Jumat, 09 Juni 2017

Istri yang Tidak Mudah Curiga


15 Tips Menjadi Istri yang Tidak Mudah Curiga

"Mas, di kantor ngapain aja?"
"Mas, temenan sama siapa aja? Ketemu siapa?"
Nelpon suami setiap jam hanya untuk bertanya di mana, ngapain, sama siapa.
WA lama enggak dibaca suami, ngambek atau banting HP.
Suami disapa di jalan oleh ibu-ibu dengan sapaan biasa aja langsung pulangnya ngamuk-ngamuk banting kursi.
"Bang, tadi ngobrol sama siapa aja?"
"Mas, kok pulang telat. Ke mana aja? Sama siapa? Berbuat apa?"
Daann, hal lain yang serupaa.

Kalau kita yang digituin, kira-kira gimana, Bun? Stres? Depresi? Atauu, jangan-jangan berpikir untuk bunuh diri karena selalu dicurigai. Na'udzubillah.

Sahabat Mandiri, perhatian tentu berbeda dengan curiga. Jika perhatian datang dari rasa sayang dan cinta, maka curiga datang dari rasa tidak percaya. Kita sendiri, kira-kira lebih suka yang mana: disayangi atau dicurigai?

Jika kita lebih suka disayangi daripada dicurigai, maka suami pun sama. Suami bakal gerah jika setiap detik dicurigai padahal dia tidak berbuat aneh-aneh.

Dampak curiga berlebihan ini sangat fatal, bisa berujung perceraian. Selain itu, hidup tidak tenang, waktu terbuang sia-sia, dan hidup jadi menderita.

Enggak mau, kan?

Untuk para Bunda yang hingga detik ini masih belum bisa mengurangi atau menghilangkan rasa curiga, tips sederhana di bawah ini mungkin bisa dicoba.

1. Tanya ke diri sendiri kenapa bisa curiga berlebihan ke suami
Apa suami pernah selingkuh? Apa Bunda merasa insecure atau rendah diri atau semacamnya? Apa Bunda pernah melihat perselingkuhan yang dilakukan orangtua yang membuat trauma dan takut jika itu akan terjadi dalam kehidupan rumah tangga Bunda?

Dengan mengetahui alasannya kenapa selalu curiga, Bunda bisa mencari solusinya.

Misal, Bunda trauma karena saat kecil pernah melihat perselingkuhan dan memori buruk itu sulit hilang sehingga sebagai akibatnya Bunda menganggap semua laki-laki sama. Solusinya? Jangan menyamaratakan. Dunia ini luas. Jangan hanya gara-gara perbuatan satu orang kita menganggap semua orang sama.

2. Percaya bahwa sejatinya Allah Sang penggenggam hati
Jika tidak menggantungkan dan mempercayakan pada Allah, terus ke siapa lagi, kan. Bukankah dengan terus menerus mengingat Allah hati akan tenang?

3. Mudah curiga merugikan diri sendiri
Betapa tidak, berapa banyak waktu terbuang sia-sia hanya karena memikirkan sesuatu yang belum jelas kepastiannya.

4. Jangan hobi lihat tayangan negatif
Kita adalah apa yang kita lihat. Jika yang kita lihat sehari-hari adalah tayangan gosip, hati akan keruh.

5. Berkumpul dengan orang-orang positif
Energi positif itu menular. Coba saja dalam 10 hari pertama kita berkumpul dengan ibu-ibu kreatif kemudian 10 hari berikutnya kita ngumpul dengan ibu-ibu tukang gosip dan tukang hura-hura. Adakah bedanya?

6. Miliki kegiatan yang positif
Jika tidak disibukkan dengan hal positif, maka kita akan disibukkan dengan hal negatif yang menyengsarakan diri sendiri.

7. Sadari bahwa suami dan istri sama-sama berjuang
Suami berjuang untuk tetap bisa menundukkan pandangannya ketika berada di luar rumah sedangkan istri berjuang untuk tidak mudah curiga. Dua-duanya butuh perjuangan. Hargailah.

8. Berkaca
Selalu curiga ke suami tapi diri sendiri begitu excited atau ngefans enggak tanggung-tanggung sama aktor Korea? Ehm ... rasanya enggak adil ya, Bund. Jangan egois. Berkacalah sebelum menuntut orang lain.

9. Apa yg kita perbuat akan kembali ke diri sendiri
As simple as that

10. Fokus memperbaiki diri
Daripada fokus curiga mending fokus meng-upgrade diri.

11. Curiga tanda gak menghargai suami
Kalau menghargai suami, seorang istri tidak akan mudah curiga atau memposisikab suaminya sebagai tersangka.

12. Curiga tanpa gak percaya Allah
Curiga berlebihan juga tanda tidak percaya bahwa Allah Mahakuasa, Allah menjaga.

13. Curiga tanda gak percaya diri
Curiga berlebihan tanda bahwa Bunda tidak percaya dengan kemampuan diri. Padahal, setiap orang pastinya istimewa. Kenapa memandang rendah diri?

14. Capek hati kalau curiga, toh di atas langit masih ada langit
Curiga takut suami bertemu wanita-wanita cantik di jalan? Padahal, wanita cantik ya pasti di mana-mana ada dan pada dasarnya sama, selalu ada yang lebih lebih dan lebih cantik.

15. Jangan lebay, emang iya semua wanita seIndobesia naksir suami kita? 
Helow ... suami kita seganteng atau seterkenal apa sampai kita benar-benar merasa insecure. Dan kita juga se-desperate atau sejelek apa sampai-sampai sama sekali enggak percaya. Jangan berlebihan.

Sahabat Mandiri, pernikahan dibentuk salah satunya oleh rasa saling percaya. Jika itu tidak ada ya percuma. Teliti boleh dalam rangka menjaga, tapi curiga jangan.

0 komentar:

Posting Komentar

Scroll To Top