Rabu, 06 Juli 2016

Mengenal Allah

Apakah Anda Sudah Mengenal Allah?

Pertanyaan ini mungkin jarang sekali kita dengar. Bahkan, bagi banyak orang akan terasa aneh dan terkesan tidak penting. Padahal, mengenal Allah dengan benar (baca: ma’rifatullah) merupakan sumber ketentraman hidup di dunia maupun di akherat. Orang yang tidak mengenal Allah, niscaya tidak akan mengenal kemaslahatan dirinya, melanggar hak-hak orang lain, menzalimi dirinya sendiri, dan menebarkan kerusakan di atas muka bumi tanpa sedikitpun mengenal rasa malu.

Berikut ini, sebagian ciri-ciri atau indikasi dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta keterangan para ulama salaf yang dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam menjawab pertanyaan di atas:

Pertama; Orang Yang Mengenal Allah Merasa Takut Kepada-Nya

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah orang-orang yang berilmu saja.” (QS. Fathir: 28)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “…Ibnu Mas’ud pernah mengatakan, ‘Cukuplah rasa takut kepada Allah sebagai bukti keilmuan.’ Kurangnya rasa takut kepada Allah itu muncul akibat kurangnya pengenalan/ma’rifah yang dimiliki seorang hamba kepada-Nya. Oleh sebab itu, orang yang paling mengenal Allah ialah yang paling takut kepada Allah di antara mereka. Barangsiapa yang mengenal Allah, niscaya akan menebal rasa malu kepada-Nya, semakin dalam rasa takut kepada-Nya, dan semakin kuat cinta kepada-Nya. Semakin pengenalan itu bertambah, maka semakin bertambah pula rasa malu, takut dan cinta tersebut….” (Thariq al-Hijratain, dinukil dari adh-Dhau’ al-Munir ‘ala at-Tafsir [5/97])

Kedua; Orang Yang Mengenal Allah Mencurigai Dirinya Sendiri

Ibnu Abi Mulaikah -salah seorang tabi’in- berkata, “Aku telah bertemu dengan tiga puluhan orang Shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan mereka semua merasa sangat takut kalau-kalau dirinya tertimpa kemunafikan.” (HR. Bukhari secara mu’allaq).

Suatu ketika, ada seseorang yang berkata kepada asy-Sya’bi, “Wahai sang alim/ahli ilmu.” Maka beliau menjawab, “Kami ini bukan ulama. Sebenarnya orang yang alim itu adalah orang yang senantiasa merasa takut kepada Allah.” (dinukil dari adh-Dhau’ al-Munir ‘ala at-Tafsir [5/98])

Ketiga; Orang Yang Mengenal Allah Mengawasi Gerak-Gerik Hatinya

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “..Begitu pula hati yang telah disibukkan dengan kecintaan kepada selain Allah, keinginan terhadapnya, rindu dan merasa tentram dengannya, maka tidak akan mungkin baginya untuk disibukkan dengan kecintaan kepada Allah, keinginan, rasa cinta dan kerinduan untuk bertemu dengan-Nya kecuali dengan mengosongkan hati tersebut dari ketergantungan terhadap selain-Nya. Lisan juga tidak akan mungkin digerakkan untuk mengingat-Nya dan anggota badan pun tidak akan bisa tunduk berkhidmat kepada-Nya kecuali apabila ia dibersihkan dari mengingat dan berkhidmat kepada selain-Nya. Apabila hati telah terpenuhi dengan kesibukan dengan makhluk atau ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat maka tidak akan tersisa lagi padanya ruang untuk menyibukkan diri dengan Allah serta mengenal nama-nama, sifat-sifat dan hukum-hukum-Nya…” (al-Fawa’id, hal. 31-32)

Keempat;  Orang Yang Mengenal Allah Selalu Mengingat Akherat

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka akan Kami sempurnakan baginya balasan amalnya di sana dan mereka tak sedikitpun dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak mendapatkan apa-apa di akherat kecuali neraka dan lenyaplah apa yang mereka perbuat serta sia-sia apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Huud: 15-16)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersegeralah dalam melakukan amal-amal, sebelum datangnya fitnah-fitnah (ujian dan malapetaka) bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita, sehingga membuat seorang yang di pagi hari beriman namun di sore harinya menjadi kafir, atau sore harinya beriman namun di pagi harinya menjadi kafir, dia menjual agamanya demi mendapatkan kesenangan duniawi semata.” (HR. Muslim)

Kelima; Orang Yang Mengenal Allah Tidak Tertipu Oleh Harta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya perbendaharaan dunia. Akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah rasa cukup di dalam hati.” (HR. Bukhari). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya anak Adam itu memiliki dua lembah emas niscaya dia akan mencari yang ketiga. Dan tidak akan mengenyangkan rongga/perut anak Adam selain tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa pun yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari)

Keenam; Orang Yang Mengenal Allah Akan Merasakan Manisnya Iman

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga perkara, barangsiapa memilikinya maka dia akan merasakan manisnya iman…” Di antaranya, “Allah dan rasul-Nya lebih dicintainya daripada segala sesuatu selain keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan bisa merasakan lezatnya iman orang-orang yang ridha kepada Rabbnya, ridha Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai rasul.” (HR. Muslim).

Ketujuh; Orang Yang Mengenal Allah Tulus Beribadah Kepada-Nya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amal itu dinilai berdasarkan niatnya. Dan setiap orang hanya akan meraih balasan sebatas apa yang dia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya [tulus] karena Allah dan Rasul-Nya niscaya hijrahnya itu akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena [perkara] dunia yang ingin dia gapai atau perempuan yang ingin dia nikahi, itu artinya hijrahnya akan dibalas sebatas apa yang dia inginkan saja.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, tidak juga harta kalian. Akan tetapi yang dipandang adalah hati dan amal kalian.” (HR. Muslim). Ibnu Mubarak rahimahullah mengingatkan, “Betapa banyak amalan kecil yang menjadi besar karena niat. Dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil gara-gara niat.” (Jami’ al-’Ulum wal Hikam oleh Ibnu Rajab).

Demikianlah, sebagian ciri-ciri orang yang benar-benar mengenal Allah. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk termasuk dalam golongan mereka. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Selasa, 05 Juli 2016

REZEKI YANG BAROKAH

...CARA ALLAH MEMBERI REZEKI YANG BAROKAH...

... SEBUAH KISAH NYATA,

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Andaikata, uang kita diambil satu bagian, lalu dikembalikan sebanyak tujuh belas kali lipat, maukah kita? Andaikata, yang mengambil tidak memberitahu lebih dahulu, kalau nantinya akan dibayar dengan berlipat ganda, maukah kita?

Marilah kita ikuti pengalaman nyata seorang bapak muda yang cukup menarik untuk dikaji. Sebutlah Pak A. Sekitar bbrp tahun yang lalu, tepatnya tahun 1988, seorang muda yang baru dikarunia seorang anak, bekerja sambil menyelesaikan kuliahnya yang tinggal sebentar lagi selesai.

Gaji yang didapatkan dari pekerjaannya itu setiap bulannya dapat dikatakan sangat tidak cukup untuk biaya hidupnya beserta istri dan seorang anak kecilnya.

Suatu hari yang "naas" ia pulang dari kerjanya. Dengan penuh gembira ia membawa pulang gaji pertamanya yang sebesar Rp. 40.000,- ( Empat puluh ribu rupiah ). Dengan perasaan bangga dan penuh dengan rasa gembira ingin ditunjukkannya hasil kerjanya itu kepada istri tercintanya.

Ingin sekali ia cepat-cepat sampai di rumah dan dengan uang itu ia ingin belanja bersama istri dan anaknya, maklum gaji pertama adalah gaji yang mempunyai nilai "historis" tinggi.

Setelah sampai dirumah apa yang terjadi? Ternyata dompet yang berisi gaji satu bulan tersebut sudah tidak ada di saku celananya alias kecopetan ketika ia pulang dari tempat kerjanya.

Bisa dibayangkan betapa sedih, kecewa dan bingungnya ia ketika itu. Andaikata bisa, mungkin ia akan menangis sejadi-jadinya. Bahkan mungkin ia akan protes kepada Tuhan yang telah "mengijinkan" peristiwa itu terjadi. Karena ia telah bekerja dengan keringatnya tanpa kenal lelah dengan penghasilan yang halal demi keluarga tercinta.

Waktu satu bulan sungguh terasa sangat lama untuk menunggu gaji tersebut. Tapi apa mau dikata gaji pertamanya sudah harus ia relakan untuk tidak ia miliki saat itu. Bagaimana jika peristiwa itu terjadi pada diri kita? Sanggupkah kita menerimanya dengan ikhlas?

Apa yang ia lakukan selanjutnya? Ia duduk terdiam tanpa bisa berkata apa-apa sambil memandang istri dan anaknya, mengapa hal ini harus terjadi pada dirinya? Dalam kondisi seperti itu dengan hati terasa pedih ia mencoba tegar dan berpikir praktis. Biarlah uangnya hilang, toh peristiwa sudah terjadi, mau diapa lagi....?"

Akhirnya diambilnya keputusan untuk tetap berusaha kalau-kalau dompet tersebut masih mungkin untuk ditemukan, walaupun secara logika sangat kecil kemungkinannya untuk mendapatkan kembali uangnya tersebut. Ia berusaha mengambil hikmah dari kejadian itu meskipun dengan perasaan yang tidak karuan sedihnya.

Keputusan segera diambilnya, yaitu tetap berusaha untuk mencoba mendapatkan kembali dompetnya karena di dalamnya ada beberapa surat berharga, diantaranya stnk kendaraan bermotor, ktp, dan beberapa surat penting lainnya.

Akhirnya untuk mendapatkan kembali surat-surat yang hilang tersebut ia menulis surat pembaca pada sebuah surat kabar, yang intinya: biarlah uang itu hilang, asal surat-suratnya dapat kembali, dan ia berharap jika ada orang yang menemukan dompet itu, ia minta tolong agar di antarkan ke alamat yang tertera dalam ktp tersebut.

Apa yang dilakukan hari-hari berlkutnya? Setiap hari ia membaca surat kabar, kalau-kalau ada berita tentang dompetnya yang hilang. Ketemukah dompet tersebut? ternyata tidak!

Lalu dimanakah keindahannya peristiwa itu? Keindahannya ialah terletak pada keharusannya ia membaca surat kabar tersebut. Seolah-olah Allah menyuruh dia untuk membaca surat kabar setiap hari, dengan cara "mengijinkan" seseorang untuk mengambil dompetnya ...

Lalu apa yang terjadi hari berikutnya? Dengan membaca surat kabar setiap hari, tanpa terasa suatu saat ia menemukan suatu tulisan pada disiplin ilmu yang dikuasainya yang menurut pendapatnya hal itu kurang tepat, akhirnya ia mencoba menulis untuk mengulas dan menyanggahnya.

Waktu berjalan dengan cepat. Ia telah lupa pada dompetnya yang hilang, dan mulai saat itu ia asyik menulis sesuai dengan kemampuannya yang sesuai pula dengan disiplin ilmunya.

Hal ini berlangsung beberapa bulan sejak terjadinya peristiwa naas tersebut. Selanjutnya ia sering menulis dan menanggapi tulisan orang lain sampai berulang-ulang sehingga ia menjadi seorang penulis. Meskipun masih pemula, pada surat kabar tersebut. Lalu?

Karena kemampuannya menulis dinilai cukup baik, oleh pimpinan perusahaan ia dipanggil dan ditawari untuk bekerja diperusahaan tersebut dengan gaji pertama Rp 750.000,- Tujuh belas kali lipat lebih tinggi dibanding uangnya yang telah hilang waktu itu.

Itulah rupanya jawaban Allah atas kejadian yang menimpa seseorang, bila sabar menerimanya. Allah "meminjam" 1 bagian, dan kini dikembalikan menjadi tujuh belas kali lipat lebih.

Waktu berjalan terus tanpa terasa, dan pada saat saya menulis ini, ia telah mencapai sukses gemilang dengan penghasilan yang ribuan kali lipat dibanding uang yang hilang dulu.

Apakah ini merupakan puncak keindahan dari peristiwa yang terjadi di hari "naas" itu, atau bahkan Allah Yang Maha kuasa akan menunjukkan pada sesuatu yang lebih indah lagi....wallahu 'alam.

Yang pasti, ukuran sukses yang paling besar adalah hati yang damai, dan bahagia yang tercapai. Saya yakin setiap orang pernah mengalami kejadian yang senada dengan kejadian diatas. Hanya saja mungkin skala dan situasinya yang berbeda.

Marilah kita renungkan perjalanan hidup kita masing-masing, pasti kita pernah mengalami suatu kejadian, dimana kejadian tersebut kita sangka sesuatu yang menyusahkan, merugikan, dan menyedihkan.

Tetapi hal itu akan berubah menjadi sesuatu yang indah, apabila seseorang sabar menerimanya. Akhirnya muncullah hikmah yang sangat besar yang tiada tersangka sebelumnya.

Sungguh, Allah Maha Perencana dari segala macam kejadian dan peristiwa. Setiap peristiwa yang sudah terjadi, bagi seorang muslim merupakan ketetapan Allah yang sangat indah. Karena disitulah letak ukuran dan ujian kualitas taqwa seseorang ...

Wallahua’lam bish Shawwab ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ...

Senin, 04 Juli 2016

Akhlakul karimah

Akhlakul karimah yaitu sama dengan akhlak yang baik atau terpuji . Akhlakul karimah harus dimiliki oleh semua manusia yang hidup di dunia ini.Apa pengertian dari Akhlakul karimah ?dan apa saja contohnya?mari kita pelajari bersama .

Akhlakul karimah atau Akhlak mulia /terpuji yaitu suatu sikap yang baik sesuai ajaran agama islam . Seseorang yang memilikiakhlakul karimah maka akan disenangi oleh sesama manusia , bahkan tidak hanya itu jika seesorang berperilaku sesuai ajaran agama islam maka sudah pasti baik dimata ALLOH dan kelak nanti akan masuk dalam surga bersama Nabi Muhammad saw.

1. Zuhud

    Zuhud menurut bahasa memiliki arti meninggalkan keduniaan. Sedangkan secara istilah , Zuhud yaitu meninggalkan sesuatu yang disayangi atau di sukai yang bersifat material atau keduniaan yang mewah dengan mengharap dan menginginkan sesuatu yang lebihbaik yang bersifat kebahagiaan akhirat.Seseorang yang memiliki harta yang melimpah hendaknya digunakan sebagai alat untuk mencari kebahagiaan yang hakiki yaitu kebahagiaan di akhirat . seperti yang terkandung dalam Dalil Naqli tentang zuhud dalam

    QS. AN- Nisa ayat 77   yang artinya :
    “………..Katakanlah kesenangan didunia ini hanya sebentar (sedikit ) dan akhirat itu lebih baik bagi orang – orang yang bertaqwa .” Zuhud bukan berarti melarang manusia untuk memiliki harta dan tidak memiliki kesenangan dunia , akan tetapi harta dan dunia tidak menghalangi untuk menunaikan tugas manusia yaitu untuk beribadah kepada Alloh swt.

Ciri – ciri orang zuhud , yaitu
a. Selalu merasa cukup atas harta yang dimiliki.
b. Senantiasa bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan walaupun sedikit.
c. Hidup sederhana.
d. Lebih mengutamakan cintanya kepada ALLOH dibanding cinta kepada dunia.

2. Tawakal

Pengertian tawakal secara bahasa yaitu menyerahkan suatu urusan kepada pihak lain. Sedangkan secara Istilah yaitu menyerahkan sepenuh nya segala perkara setelah berusaha (ikhtiar ) kepada ALLOH swt. Sikap bertawakal menjadikan seesorang menjadi tidak putus asa jika sesuatu yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan , dan tidak akan sombong jika suatu yang diusahakan berhasil . Dalil yang menjelaskan tentang tawakal yaitu QS. Al- maidah ayat 11 :

Lafadz ( "Ya ayyuhalladziina amanudzkuru ni’matallohi ‘alaikum idz hamma kauman an yabsutuu ilaikumaidiyahum fakaffa andiyahum ‘ankum wattaqullaha wa’alallahi falyatawakkalil mu minuna" )

Artinya : ” Hai orang – orang yang beriman , ingatlah kamu akan nikmat Alloh ( yang diberikn Nya ) kepadamu , di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu ( untuk berbuat jahat ) maka Alloh menahan tangan mereka dari kamu . Dan bertawakalah kepada ALLOH , dan hanya kepada ALLOH saja orang – orang mukmin itu harus bertawakal .”

Ciri – ciri orang yang hidupnya tawakal :
a. Tidk pernah berkeluh kesah .
b. Ridha terhadap diri dan keadaannya.
c. Selalu merasaka ketenangan.

3. Ikhlas

Ikhlas yaitu mengerjakan  sesuatu pekerjaan  semata – mata mengharap ridho ALLOH swt.

Dalil Naqli tentang ikhlas yaitu terkandung dalam QS.AZ-ZUMAR Ayat 11 ;

Lafadz ( qul innii umirtu ana’budullaha mukhlison lahudina )

Artinya :
Akhlakul karimah

Ciri – ciri yang dimiliki orang yang ikhlas :
a. Tidak kecewa saat amal perbuatannya diremehkan oleh orang lain.
b. Tidak merasa bangga , ketika perilakunya dipuji.
c. Tidak memuji dengan apa yang dikerjakan .

Demikian penjelasan tentang akhlakul karimah, Contoh diatas merupakan contoh sebagian kecil dariakhlakul karimah atau akhlak yang baik . Semoga kita senantiasa dapat berusaha untuk melatih diri berperilaku baik ,karena semua itu akan kembali pada diri kita sendiri baik akibat buruk ataupu manfaat atau hikmahnya.

Minggu, 03 Juli 2016

REZEKI YANG BAROKAH

CIRI REZEKI YANG BAROKAH
  • Seperti apa rezeki yang barokah itu..?
  • Umur yang barokah..?
  • Serta keluarga yang barokah..?
Terkadang kita sebagai manusia sering lupa untuk bersyukur pada Allah karena saking banyaknya nikmat yang diberikan, sampai seolah terasa tidak ada nikmat yang diberikan olehNya.
Betapa kufurnya kita.. padahal jika kita sadar,satu saja nikmat dicabut Allah..kita sudah kelabakan, bingung bagaimana mencari solusinya.
Coba saja jika tiba-tiba Allah menutup saluran pembuangan kita, berhari-hari kita tidak bisa buang air besar maupun kecil. Kira-kira berapa ratus juta akan kita keluarkan untuk menormalkan kembali saluran pembuangan kita..?
Jika sudah demikian rezeki banyak yang senantiasa diminta kepada Allah akan berkurang banyak pula untuk kesembuhan kita. Yang demikian ini rezeki yang kita terima tidak barokah,entah cara mencarinya yang salah… atau mendapatkannya dengan mendzalimi orang lain.

Beda dengan orang yang diberikan rezeki sedikit tapi barokah..
Ia akan dicukupkan hidupnya oleh Allah, keinginannya senantiasa terkendali terhadap hal-hal yang menjadi kebutuhannya, apa yang dimakannya memberikan kesehatan dan ketentraman dalam hidupnya, keluarga menjadi penyejuk hati, ayah,ibu dan anak saling mengerti akan keadaan, diberi kecerdasan dan kesabaran dalam menjalani hidup dan yang terpenting diberi kenikmatan untuk menjalankan ibadah,menjaga keimanan untuk taat pada Allah.

Bagaimana caranya mendapatkan rezeki yang barokah..? menjadikan umur kita barokah..? sehingga pada akhirnya keluarga kita merasakan barokah dari Allah.

Islam telah menuntun kita agar senantiasa mencari rezeki yang halal (baik caranya maupun wujudnya) dan menjauhkan diri kita dari rezeki yang haram, tinggal kita sendiri bisa tidak menjalaninya.

Ketika apa yang kita inginkan tercapai,misal mendapatkan uang dengan cara yang halal, lantas digunakan untuk apa uang ini..?
  • apakah sekedar kita belanjakan hingga habis untuk segala keperluan kita..?
  • apakah terlebih dulu kita menyisihkan sebagian untuk dizakatkan..?
  • atau mungkin kita gunakan untuk banyak bersedekah..?
  • atau bahkan kita gunakan untuk hal-hal yang salah, yang tidak mendapatkan ridho Allah..?
  • Semua hal di atas menentukan rezeki yang kita terima dari Allah menjadi berkah atau tidak dalam kehidupan kita.
  • Demikian pula dengan umur yang kita miliki.. kita manfaatkan untuk apa umur kita..?
  • apakah digunakan untuk beribadah kepada Allah dan bekerja sebagai sarana mencukupi kebutuhan hidup..?
  • atau mungkin digunakan untuk berbagi ilmu terhadap sesama..?
  • atau bahkan hanya digunakan untuk berfoya-foya menghabiskan harta yang dimilik..?
Ketika umur yang kita miliki dimanfaatkan untuk hal-hal yang bisa mendapatkan ridho Allah,insyaAllah umur kita menjadi berkah..tetapi jika tidak.. mungkin banyak permasalahan yang melanda hidup kita, yang membuat seseorang apatis menjalani hidup.

Saudaraku, hidup di dunia ini memang menyenangkan.. namun janganlah lupa ada kehidupan lagi di Yaumil Akhir yang harus kita perjuangkan sejak kita di dunia. Bukan justru kita abaikan…
Apa yang kita dapatkan saat ini hendaknya menjadi sarana agar kita memiliki bekal untuk hari esok karena kelak di Yaumil Akhir kita akan melaluinya lebih lama daripada di dunia.

Marilah mulai sekarang kita belajar mensyukuri nikmat yang Allah berikan, bukan hanya nikmat harta benda tetapi nikmat Islam,Iman dan ihsan.. Bersyukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulilah, tetapi juga banyak berbagi baik harta maupun ilmu pada sesama. Mencari rezeki dengan cara yang halal dan tidak mendzalimi orang lain, membersihkan penghasilan dengan mengeluarkan zakat,memanfaatkan rezeki untuk hal-hal yang diridhoi Allah.. InsyaAllah rezeki,umur dan kehidupan kita akan mendapat barokah dariNya.Amin..

(tolong amin kan doa ini)

Ya Allah Ya Razaq..
Jadikanlah rezeki yang engkau berikan cukup bagi kami,
Jadikan kami bermanfaat bagi lingkungan sekitar kami
Berkahilah pekerjaan,rezeki,keluarga dan umur kami Ya Rahman…
Amin..

"Bagikan agar pengetahuan ini bisa di baca teman-temanmu, semoga langkah kecil ini menjadi ladang amal kita karna menyampaikan ilmu yang bermanfaat, sehingga menjadi pahala di akhirat kelak.. Amin..."

Sabtu, 02 Juli 2016

AKHLAQUL KARIMAH

AKHLAQUL KARIMAH

1.  “ Wa innaka la ‘alaa khuluqin ‘azhiim “ , “ Dan sesungguhnya engkau ( Muhammad ) mempunyai akhlak yang mulia. “ ( Al Qalam , 68 : 4 ) , “ Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu ( ialah ) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati ( tidak sombong ) dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka , mereka mengucapkan kata-kata ( yang mengandung ) keselamatan “ ( Al Forqan , 25 : 63 ) ( TAWADHU’ ) ,

“ Maka janganlah kamu  mengatakan ( memuji) diri kamu suci (bersih) , Dialah yang lebih mengetahui orang yang bertaqwa. “ ( An Najm , 53 : 32 ) ( Terus menerus memperbaiki diri dan amalnya dan mensucikan hati)

2. “ Bahwasanya aku ( Muhammad ) diutus Allah untuk menyempurnakan keluhuran Akhlak ( Budi Pekerti ) “ ( H.R. Ahmad ) ( bagi hamba Allah yang beriman dan berusaha untuk terus bertaqwa dan mengembangkannya maka salah satu usahanya adalah terus memperbaiki dan mengembangkan kwalitas akhlaqnya untuk menuju kepada Akhlaq yang dimiliki Rasulullah saw. )

3.  Ketika Siti Aisyah ra ditanya tentang Akhlak Rasulullah Saw , maka ia menjawab , “ Akhlak-nya adalah Al Qur’an “ ( Abu Dawud &  Muslim )

4.  “ Siapakah diantara mereka hamba-hamba Allah ini yang lebih dicintai  oleh Allah ? “ Rasulullah menjawab, “ Yaitu orang yang paling baik akhlak-nya “ (HR.Tabrani )

 5.  “ Siapakah diantara orang mukmin yang paling sempurna imannya ? “ Rasulullah menjawab : “ yaitu orang yang paling baik akhlak - nya “  ( HR.Tabrani )

6.  Apakah sesuatu yang lebih baik yang diberikan kepada manusia ?  , Rasulullah menjawab , yaitu “ akhlak yang baik “ ( H.R. Ibnu Hibban )

7.  Kemuliaan seorang mukmin itu adalah agamanya , harga dirinya itu adalah akalnya , dan perhitungannya ( nanti di hari kiamat ) itu adalah akhlak- nya.   ( HR. Hakim )

8.  Dari Abdullah bin Amir : Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda , “ Maukah kalian kuberitahu tentang orang yang paling kucintai dan paling dekat duduknya dengan aku nanti di hari kiamat ? “ Diulanginya perkataan itu dua kali tiga kali. Mereka menjawab : “ Baiklah ya Rasulullah  , Beliau bersabda , “ Yaitu orang yang paling baik akhlak – nya”  ( HR.Ahmad )

 9.  “ Tidak ada sesuatu yang paling berat timbangannya tentang orang mukmin nanti dihari kiamat , selain akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang perbuatannya keji dan rendah , dan sesungguhnya orang yang berakhlak luhur itu akan sampai ke derajat orang yang puasa dan sholat “ (HR.Ahmad )

( Mu’min - muslim yang benar sholat dan Puasanya tentunya baik dan benar juga akhlaqnya , insyaallah atau orang yang memiliki/pengamal akhlaq yang baik dia juga memiliki /pengamal sholat dan puasa yang benar , masyaalllah ! / jika bisa seperti ini , Allahu Akbar ! / pen. )

10.  ” Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlak-nya yang baik akan dapat mencapai derajat orang yang berdiri ( sembahyang ) dimalam hari dan puasa di siang hari  ( HR. Abu Daud )

11. Sesungguhnya manusia dengan akhlaknya yang baik akan bisa mencapai derajat yang tinggi di akhirat dan tempat yang mulia , padahal ia lemah ibadahnya : Sesunggunya dia dengan Akhlak- nya yang jelek itu akan sampai kepada derajat yang paling rendah dineraka jahanam. ”  ( HR. Tabrani )

12. Aku mendengar Rasulullah bersabda :“ Sesungguhnya seorang muslim yang terpimpin akan mencapai derajat orang yang ahli puasa yang menegakan ayat-ayat Allah , lantaran akhlak-nya yang baik & watak - nya yang mulia “   ( HR.Ahmad )

13. Sungguh beruntung orang yang mengikhlaskan hatinya kepada iman , menjadikan hatinya selamat , lidahnya benar , jiwanya tentram dan Akhlak - nya lurus.( HR. Ibnu Hibban)

 14. “ Akhlak yang baik dapat menghapus kesalahan , bagaikan air yang menghancur kan tanah yang keras. Dan akhlak yang jahat merusak amal  , seperti cuka merusak manisnya madu. “  ( H.R. Baihaqi ) ,

15. Rasulullah bersabda : “ Sesungguhnya Akhlah yang baik melelehkan kesalahan sebagaimana matahari melelehkan es “ ( Al Hadits )

16. Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan harta-mu tetapi dengan wajah yang menarik ( simpati ) dan dengan akhlak yang baik .( HR. Abu Yu’la dan Al Baihaqi )

17. Seorang mu’min menjadi mulia karena agamanya, ( mempunyai ) kepribadian karena akalnya , dan ( menjadi terhormat ) karena akhlak - nya.”  ( HR. Al Hakim )

18. Diantara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik , bila mendengar -kan pembicaraan tekun , bila berjumpa dengan orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati. ( HR. Adailami )

19. “ Saya dapat menjamin satu rumah dibagian yang tinggi disurga bagi orang yang baik Akhlak / budi pekertinya. ”  ( HR. Abu Dawud )

20. Orang yang paling tinggi kedudukan disisi Allah pada hari kiamat ialah yang paling banyak berkeliling dimuka bumi dengan bernasehat kepada manusia (makhluk Allah) ( HR. Athahawi )

21. Rasulullah bersabda , “ Baguskanlah Akhlak-mu ! “ , Sabda Rasulullah saw.  , “ Kebaikan itu adalah kebiasaan “ ( Al Hadits ) ,Akhlak yang baik membawa kebaikan untuk kehidupan dunia dan  akhirat.  ( HR. Athabrani )

Beberapa Sikap Akhlaq Yang Baik.
  • Amanah.                                             
  • Sidqu. ( benar/jujur )            
  • Wafa’ . ( menepati janji )                   
  • Adil.                                        
  • Ifafah. ( memelihara kesucian diri )
  • Haya’. ( malu )                       
  • Arief / Bijaksana.
  • Syajayah. ( berani karena benar)  
  • Sehat dan Kuat (Al-Quwwah.)                 
  • Sabar , Lemah – lembut , Kasih-sayang.
  • Hemat.
  • Ikhlas.
  • Pemaaf.
  • Khusyuk.
  • Syakha’. ( murah hati )
  • Berilmu.
  • Tawaddu’. ( rendah hati )
  • Syukur Nikmat.
  • Tawakal Allah.
  • Zuhud. ( tidak diperbudak dunia / harta )
  • Dll

 “ Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati  (tidak sombong) dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka , mereka mengucapkan kata-kata ( yang mengandung ) keselamatan “ ( Al Forqan ,  25 : 63-65 ) ,

“ Dan berilah peringatan kepada kerabat-mu , dan lemah – lembutlah terhadap orang-orang yang mengikuti-mu dari orang –orang mukmin “ ( Asysyu’araa’ , 26 : 215-223 ) ,

  “ Dan bicaralah dengan dia    ( fir’aun ) dengan lemah lembut  (bijaksana) , mudah-mudahan dia sadar atau takut  ( Thaahaa , 20 : 44 ) ( dengan fir’aun saja halus lemah-lembut apalagi kepada keluarga,saudara dll ) ,

“ Sesungguhnya Allah telah mewahyukan untuk bertawadhu’ hingga tidak ada seorangpun yang menyombongkan dirinya terhadap yang lainnya , dan tidak seorangpun yang menganiaya terhadap yang lainnya.” ( HR. Muslim ) ,

“ Sedekah itu bukannya mengurangi harta, dan malah Allah tidak akan menambah pemberian kepada seorang hamba karena berlaku pemaaf kecuali akan dimuliakan , dan tiada seorang yang tawadhu’ kepada Allah kecuali Allah akan meninggikan derajat-nya.” ( HR. Muslim )

Akhlak yang baik membawa kebaikan untuk kehidupan dunia dan  akhirat. (HR.Athabrani ) , Ketahuilah bahwa keramahan itu terpuji . Keramah – tamahan itu merupakan buah dari akhlak yang baik . Kebalikan dari keramah tamahan  adalah kata – kata kasar , kotor , kebengisan dan kekejaman. Rasulullah saw berkata kepada Siti ‘ Aisyah ,  “ Barang siapa yang diberikan kepada nya keramahan  , maka telah diberikan baginya kebaikan dunia dan akhirat. Barang siapa yang diharamkan bagi-nya keramahan , maka telah diharamkan bagi-nya kebaikan dunia dan akhirat “ ( Al Hadits )

Jumat, 01 Juli 2016

Halal Juga Barokah

Bekerja(lah) yang Halal Juga Barokah

Pada sebuah acara bedah buku yang diselenggarakan oleh penerbit buku islam tempat saya bekerja, seorang pembicara mengatakan kepada peserta bahwa pemilik penerbit buku tersebut hampir menginfaqkan seluruh penghasilan usahanya kepada jihad fisabililah (Jihad sosial). Hanya sebagian kecil ia gunakan untuk keluarganya. Sontak, saya merasa terharu mendengar kata-kata tersebut. Rasa bangga dan dan syukur pun menghinggapi perasaan saya. Sebab, saya bekerja pada sebuah perusahaan yang tidak berorientasi pada kepentingan profit atau pun bersifat kapitalis (untuk kekayaan pribadi), melainkan bekerja pada tujuan amal. Lihat saja, meski beromset ratusan juta bahkan mencapai angka miliyar dalam setahun, sang pemilik hanya menempati rumah yang ukurannya lebih kecil dari rumah kontrakan yang saya tempati saat ini. Ditambah, penerbit buku tempat saya bekerja tidak berorientasi pasar. Kami masih tetap menjaga idealisme produk-produk yang dikeluarkan demi memberikan kemanfaatan dan kebaikan bagi pembacanya.

Masih sulitnya untuk bisa hidup dari usaha yang dibangun sendiri, menuntut saya harus mencari pekerjaan. Berbagai lamaran pekerjaan pun harus dilakukan meski dengan setengah hati. Ya, setengah hati, dikarenakan prinsip saya yang tidak menyukai bekerja pada perusahaan yang kerja keras kita hanya menguntungkan sang pemilik. Di gaji sedikit, tetapi hasil keuntungan atas hasil usaha kita mereka yang makan. Agak sedikit berbeda bila bekerja pada BUMN atau PNS, sebab pekerjaan itu dapat menjadi motivasi sebagai amal untuk negara. Harus diakui, untuk bisa diterima di BUMN maupun PNS sangat susah. Selain karena banyaknya pesaing, kapasitas saya untuk diterima sebagai pegawainya masih kurang, terlihat dari tes-tesnya yang selalu gagal, :D. Alhamdulillah, doa saya dijawab agar bisa mendapatkan pekerjaan yang halal juga barokah dengan ditakdirkan bekerja di penerbit buku islam itu.

Hampir sebagian besar sarjana di negeri ini harus menggadaikan idealismenya (khususnya para aktivis Islam) demi sesuap nasi. Banyak pekerjaan yang secara terpaksa diterimanya tanpa memperhatikan keberkahan pekerjaannya, bisa juga kehalalannya. Beberapa teman saya yang dahulu pernah bersama-sama berjuang dalam dakwah kampus pun akhirnya harus bekerja pada bank konvensional yang mengandung unsur riba (bunga bank). Entah karena memang terpaksa atau memiliki pandangan lain, namun bagi saya bekerja pada institusi yang masih bermain riba (yang diharamkan di dalam Al Qur’an) merupakan pekerjaan yang harus dihindari. Ilmu pengetahuan secara empiris sudah membuktikan kerusakan yang timbul akibat ekonomi riba tersebut. Maka, meski berpandangan sebagai pekerjaan yang halal, kebarokahan pekerjaan tersebut masih dipertanyakan.

Ingat, bukan saja hanya kehalalan pekerjaan, namun bagaimana kebarokahannnya. Atau bisa di istilahkan halal tetapi juga toyyib. Kebarokahan suatu pekerjaan dapat dinilai dari besarnya manfaat yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumennya. Jika bekerja pada perusahaan seperti pembuat minuman keras atau rokok barang kali, jelas tidak ada nilai kebarokahan di situ (malah tidak halal). Dikarenakan produk yang dibuatnya hanya membuat kerusakan bagi tubuh si konsumen.

Lalu, bagaimana menilai perusahaan tempat kita bekerja barokah atau tidak? Perlu dilihat, apakah produk yang dihasilkan di perusahaan tempat kita bekerja dapat memberikan manfaat yang baik atau justru menimbulkan kerusakan. Memang penilaiannya ini sangat subyektif. Dan tergantung pada idealisme atau pemahaman agamanya (bukan berati pemahaman agama saya bagus, namun hidup dalam kebaikan yang ingin terus saya cari, dengan belajar dari realitas).

Contohnya saja, ketika bekerja di industri kendaraan bermotor. Memang, produk yang dihasilkan dapat memberikan maanfaat kepada pembeli. Namun disatu sisi, paham kapitalisme yang merasuk pada pebisnis kendaraan bermotor menciptakan persaingan untuk berlomba-lomba menjual produknya sebanyak mungkin. Bahkan mampu menipu konsumen dengan iklan-iklan yang berlebihan. Sehingga berdampak pada kemacetan lalu-lintas. Tidak hanya itu, polusi udara membengkak, alam pun terganggu oleh ulah para pebisnis kendaraan bermotor ini. Maka, bisakah kita menilai bekerja pada industri kendaran bermotor dinilai sebagai pekerjaan yang halal namun tidak barokah? Memang agak sedikit dilema untuk menjawabnya. Dan ini kembali kepada individu masing-masing karena sifatnya yang subyektif dan tergantung pada idealisme yang dimiliki.

Tidak sekedar menilai dari sisi manfaat, namun orientasi dari perusahaan tempat kita bekerja pun bisa menjadi penilaian. Perusahaan yang sangat dan sangat berorientasi kapitalis, atau mengharapkan keuntungan yang sebesar-besarnya untuk sang pemilik, justru sangat berdampat signifikan pada ketidakbarokahan suatu pekerjaan. Sebab, orientasi tersebut sangat berkorelasi dengan timbulnya perilaku buruk terhadap unsur pekerjaan. Mereka yang bekerja pada institusi yang sangat kapitalis bisa dimungkinkan dalam menciptakan produknya tidak memperhatikan maanfaat atau dapat berdampak buruk pada konsumen. Karena yang penting income-nya besar dengan berbagai cara (entah halal atau tidak).

Kalau begitu bukankah yang salah hanya pemimpin atau pemilik perusahaan saja? Tidak. Semuan unsur yang ada di dalam sebuah perusahaan saling bersatu dalam menjalankan roda perusahaan, meski hanya sebagai cleaning service. Maka, jika seorang karyawan bekerja pada perusahaan yang membuat produk yang haram (atau tidak barokah) tetap saja pekerjaan tersebut dapat dinilai haram. Selain kerjanya ikut berkontribusi terhadap perkembangan usaha perusahan, ia juga akan mendapat gaji dari hasil keuntungan produk haram tersebut.

Dari ketidakhalalan atau ketidakbarokahan pekerjaan kita itulah akan berdampak pada perilaku kita. Saya sangat meyakini apabila penghasilan untuk konsumsi sehari-hari dari hasil gaji yang kita makan sangat mempengaruhi perilaku kita. Bahkan perilaku anak-anak kita nanti. Semakin tidak halalnya pendapatan yang dimakan, semakin memberikan efek keburukan perilaku yang memakannya. Meski secara ilmiah belum bisa membuktikan penyataan saya itu, namun secara empiris terlihat bagaimana kerusakan seseorang, sebuah keluarga dan kebobrokan seorang anak dilihat dari perilaku orang tuannya. Perilaku orang tua bisa dimungkinkan dari cara ia mendapat penghasilan untuk menghidupi dirinya dan keluarganya (meski ada juga faktor lain). Semakin kita menjaga kehalalan makanan dan penghasilan, akan berkorelasi positif terhadap usaha kita untuk menjaga perilaku dari sikap-sikap amoral masyarakat.

Perlulah kiranya kita sebagai individu memperhatikan kehalalan makanan kita mulai dari cara berpenghasilan sebagai upaya merubah dari diri kita, keluarga dan anak-anak kita nanti. Sebab, kondisi kerusakan sosial yang terjadi saat ini turut disumbangkan oleh rakyatnya yang masih belum memperhatikan kebarokahan penghasilannya. Sehingga menimbulkan perilaku amoral yang merusak tataran sosial masyarakat.

Perubahan sosial harus dimulai dari diri kita sendiri. Kemudian perbaiki keluarga kita mulai dari perbaikan cara memberi makannya (konsumsinya) agar berperilaku yang baik pula. Dengan begitu, mulai dari kebaikan-kebaikan yang dilakukan keluarga insya Allah dapat mempengaruhi kebaikan-kebaikan masyarakat.

Sebagai akhir, jangan lupa untuk terus berdoa atau memasukan doa hari-hari kita untuk menjaga rezeki dari keharaman dan ketidakbarokahan. Kalau  kita merasa pekerjaan kita saat ini tidak barokah, insya Allah doa-doa tersebut akan terjawab tanpa terduga (pengalaman saya, Insya Allah).

Kamis, 30 Juni 2016

Kunci Mengenal Allah

Anak Kunci Mengenal Allah

Mengenal diri itu adalah “Anak Kunci” untuk Mengenal Alloh.   Hadis ada mengatakan :
MAN ‘ARAFA NAFSAHU FAQAD ‘ARAFA RABBAHU (Siapa yang kenal kenal dirinya akan Mengenal Alloh)
  • Firman Alloh Taala : Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu..? (QS. 41:53)
  • Tidak ada hal yang melebihi diri sendiri.  Jika anda tidak kenal diri sendiri, bagaimana anda hendak tahu hal-hal yang lain..?  Yang dimaksudkan dengan Mengenal Diri itu bukanlah mengenal bentuk lahir anda, tubuh, muka, kaki, tangan dan lain-lain anggota anda itu.  karena mengenal semua hal itu tidak akan membawa kita mengenal Alloh.  Dan bukan pula mengenal perilaku dalam diri anda yaitu bila anda lapar anda makan,  bila dahaga anda minum,  bila marah anda memukul dan sebagainya.  Jika anda bermaksud demikian,  maka binatang itu sama juga dengan anda.  Yang dimaksudkan sebenarnya mengenal diri itu ialah:
  • Apakah yang ada dalam diri anda itu..? Dari mana anda datang..? Kemana anda pergi..? Apakah tujuan anda berada dalam dunia fana ini..? Apakah sebenarnya bagian dan apakah sebenarnya derita..?
  • Sebagian daripada sifat-sifat anda adalah bercorak kebinatangan.  Sebagian pula bersifat Iblis dan sebagian pula bersifat Malaikat.  Anda hendaklah tahu sifat yang mana perlu ada,  dan yang tidak perlu.   Jika anda tidak tahu,   maka tidaklah anda tahu di mana letaknya kebahagiaan anda itu.
  • Kerja binatang ialah makan,  tidur dan berkelahi.  Jika anda hendak jadi binatang,  buatlah itu saja.  Iblis dan syaitan itu sibuk hendak menyesatkan manusia,  pandai menipu dan berpura-pura.  Kalau anda hendak menurut mereka itu,   lakukan sebagaimana kerja-kerja mereka itu.  Malaikat sibuk dengan memikir dan memandang Keindahan Ilahi.  Mereka bebas dari sifat-sifat kebinatangan.
  • Jika anda ingin bersifat dengan sifat KeMalaikatan,  maka berusahalah menuju asal anda itu agar dapat anda mengenali dan menuju pada Alloh Yang Maha Tinggi dan bebas dari belenggu hawa nafsu.  Sebaiknya hendaklah anda tahu kenapa anda dilengkapi dengan sifat-sifat kebintangan itu.
  • Adakah sifat-sifat kebinatangan itu akan menaklukkan anda atau adakah anda menakluki mereka..?.  Dan dalam perjalanan anda ke atas martabat yang tinggi itu,  anda akan gunakan mereka sebagai tunggangan dan sebagai senjata.
  • Langkah pertama untuk mengenal diri ialah mengenal bahwa anda itu terdiri dari bentuk yang zhohir,  yaitu tubuh ;  dan hal yang batin yaitu hati atau Ruh .  Yang dimaksudkan dengan “HATI” itu bukanlah daging yang terletak dalam sebelah kiri tubuh.
  • Yang dimaksudkan dengan “HATI” itu ialah satu hal yang dapat menggunakan semua kekuatan,   yang lain itu hanyalah sebagai alat dan kaki tangannya saja.  Pada hakikat hati itu bukan termasuk dalam bidang Alam Nyata(Alam Ijsam) tetapi adalah termasuk dalam Alam Ghaib.  Ia datang ke Alam Nyata ini ibarat pengembara yang melawat negeri asing untuk tujuan berniaga dan akhirnya kembali akan kembali juga ke negeri asalnya.  Mengenal hal seperti inilah dan sifat-sifat itulah yang menjadi “Anak Kunci” untuk mengenal Alloh.
  • Sedikit ide tentang hakikat Hati atau Ruh ini bolehlah didapati dengan memejamkan mata dan melupakan segala hal yang lain kecuali diri sendiri.  Dengan cara ini,   dia akan dapat melihat tabiat atau keadaan “diri yang tidak terbatas itu”. Meninjau lebih dalam tentang Ruh itu adalah dilarang oleh hukum.  Dalam Al-Quran ada diterang,
  • Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (Bani Israil:85)
  • Demikianlah sepanjang yang diketahui tentang Ruh itu dan ia adalah mutiara yang tidak bisa dibagi-bagi atau dipecah-pecahkan dan ia termasuk dalam “Alam Amar/perintah”.  Ia bukanlah tanpa permulaan.  Ia ada permulaan dan diciptakan oleh Alloh.  Pengetahuan falsafah yang tepat mengenai Ruh ini bukanlah permulaan yang harus ada dalam perjalanan Agama,  tetapi adalah hasil dari disiplin diri dan berpegang teguh dalam jalan itu,  seperti tersebut di dalam Al-Quran :
  • Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut:69)
Untuk menjalankan perjuangan Keruhanian ini,  bagi upaya pengenalan kepada diri dan Tuhan,  maka
  • Tubuh itu bolehlah diibaratkan sebagai sebuah Kerajaan,
  • Ruh itu ibarat Raja.
  • Pelbagai indera (senses) dan daya (fakulti) itu ibarat satu pasukan tentara.
  • Aqal itu bisa diibaratkan sebagai Perdana Menteri.
  • Perasaan itu ibarat Pemungut pajak,  perasaan itu terus ingin  merampas dan merampok.
  • Marah itu ibarat Pegawai Polisi,
  • marah sentiasa cenderung kepada kekasaran dan kekerasan.
Perasaan dan marah  ini perlu ditundukkan di bawah perintah Raja.  Bukan dibunuh atau dimusnahkan karena mereka ada tugas yang perlu mereka jalankan, tetapi jika perasaan dan marah menguasai Aqal,  maka tentulah Ruh akan hancur.
Ruh yang membiarkan kekuatan bawah menguasai kekuatan atas adalah ibarat orang orang yang menyerahkan malaikat kepada kekuasaan Anjing atau menyerahkan seorang Muslim ke tangan orang Kafir yang zalim.  Orang yang menumbuh dan memelihara sifat-sifat iblis atau binatang atau Malaikat akan menghasilkan ciri-ciri atau watak yang sepadan dengannya yaitu iblis atau binatang atau Malaikat itu.  Dan semua sifat-sifat atau ciri-ciri ini akan nampak dengan bentuk-bentuk yang jelas di Hari Pengadilan.
  • Orang yang menurut hawa nafsu nampak seperti babi,
  • Orang yang garang dan ganas seperti anjing dan serigala,
  • Orang yang suci seperti Malaikat.
Tujuan disiplin akhlak (moral) ialah untuk membersihkan Hati dari karat-karat hawa nafsu dan amarah,  sehingga ia jadi seperti cermin yang bersih yang akan memantulkan Cahaya Alloh Subhanahuwa Taala.

Mungkin ada orang bertanya,
“Jika seorang itu telah dijadikan dengan mempunyai sifat-sifat binatang,   Iblis dan juga Malaikat,  bagaimanakah kita hendak tahu yang sifat-sifat Malaikat itu adalah sifatnya yang hakiki dan yang lain-lain itu hanya sementara dan bukan sengaja..?”

Jawabannya ialah mutiara atau inti sesuatu makhluk itu ialah dalam sifat-sifat yang paling tinggi yang ada padanya dan khusus baginya.  Misalnya keledai dan kuda adalah dua jenis binatang pembawa barang-barang,  tetapi kuda itu dianggap lebih tinggi darjatnya dari keledai karena kuda itu digunakan untuk peperangan.  Jika ia tidak boleh digunakan dalam peperangan,  maka turunlah ke bawah derajatnya kepada derajat binatang pembawa barang-barang. saja.

Begitu juga dengan manusia;  daya yang paling tinggi padanya ialah ia bisa berfikir yaitu Aqal.  Dengan pikiran itu dia bisa memikirkan hal-hal Ketuhanan.  Jika daya berfikir ini yang meliputi dirinya,  maka bila ia mati (bercerai nyawa dari tubuh) ,  ia akan meninggalkan di belakang semua kecenderungan pada hawa nafsu dan marah,  dan layak duduk bersama dengan Malaikat.   Jika berkenaan dengan sifat-sifat Kebinatangan,  maka manusia itu lebih rendah tarafnya dari binatang,  tetapi Aqal menjadikan manusia itu lebih tinggi tarafnya,   karena Al-Quran ada menerangkan bahwa,
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (Luqman:20)

Jika sifat-sifat yang rendah itu menguasai manusia,  maka setelah mati,  ia akan memandang terhadap keduniaan dan merindukan  keindahan di dunia saja.

Ruh manusia yang berakal itu penuh dengan kekuasaan dan pengetahuan yang sangat menakjubkan. Dengan Ruh Yang Berakal itu manusia dapat menguasai segala cabang ilmu dan Sains. Dapat mengembara dari bumi ke langit dan balik semula ke bumi dalam sekejap mata. Dapat memetakan langit dan mengukur jarak antara bintang-bintang.Dengan Ruh itu juga manusia dapat menangkap ikan ikan dari laut dan burung-burung dari udara.Menundukkan binatang-binatang untuk tunduk kepadanya seperti gajah,  unta dan kuda.

Lima indera (pancaindera) manusia itu adalah ibarat lima buah pintu terbuka menghadap ke Alam Nyata (Alam Syahadah) ini.

Lebih ajaib dari itu lagi ialah  Hati.  Hatinya itu adalah sebuah pintu yang terbuka menghadap ke Alam Arwah (Ruh-ruh) yang ghaib.

Dalam keadaan tidur,  apabila pintu-pintu dunia tertutup,  pintu Hati ini terbuka dan manusia menerima berita atau kesan-kesan dari Alam Ghaib dan kadang-kadang membayangkan hal-hal yang akan datang.  Maka hatinya adalah ibarat cermin yang memantulkan (bayangan) apa yang tergambar di Luh Mahfuz.  Tetapi meskipun dalam tidur,  pikiran tentang hal-hal keduniaan akan menggelapkan cermin ini.  maka gambaran yang diterimanya tidaklah terang.  Setelah lepasnya nyawa dengan tubuh (mati),  Pikiran-pikiran tersebut hilang sirna dan segala sesuatu terlihatlah dalam keadaan yang sebenarnya.

Firman Alloh dalam Al-Quran :
"Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam". (Qaaf:22).

Dikutip dari Kitab Kimyatusy Sya’adah – Al Ghazali

Rabu, 29 Juni 2016

Pengertian Akhlak

Akhlakul Karimah dan Pengertiannya

Pengertian Akhlak

Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Dalam Bahasa Arab kata akhlak (akhlaq) diartikan sebagai tabiat, perangai, kebiasaan, bahkan agama. Meskipun kata akhlak berasal dari Bahasa Arab, tetapi kata akhlak tidak terdapat di dalam Al Qur'an. Kebanyakan kata akhlak dijumpai dalam hadis. Satu-satunya kata yang ditemukan semakna akhlak dalam alQur'an adalah bentuk tunggal, yaitu khuluq, tercantum dalam surat al-Qalam ayat 4: Wa innaka la'ala khuluqin 'adzim, yang artinya:Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung. Sedangkan hadis yang sangat populer menyebut akhlak adalah hadis riwayat Malik, Innama bu'itstu liutammima makarima al akhlagi,yang artinya: Bahwasanya aku (Muhammad) diutus menjadi Rasul tak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia.

Perjalanan keilmuan selanjutnya kemudian mengenal istilah-istilah adab (tatakrama), etika, moral, karakter disamping kata akhlak itu sendiri, dan masing-masing mempunyai definisi yang berbeda. Menurut Imam Gazali, akhlak adalah keadaan yang bersifat batin dimana dari sana lahir perbuatan dengan mudah tanpa dipikir dan tanpa dihitung resikonya (al khuluqu haiatun rasikhotun tashduru 'anha al afal bi suhulatin wa yusrin min ghoiri hqjatin act_ fikrin wa
ruwiyyatin. Sedangkan ilmu akhlak adalah ilmu yang berbicara tentang baik dan buruk dari suatu perbuatan. Dari definisi itu maka dapat difahami bahwa istilah 17 •

akhlak adalah netral, artinya ada akhlak yang terpuji (al akhlaq al mahmudah) dan ada akhlak yang tercela (al akhlaq al mazmumah). Ketika berbicara tentang nilai baik buruk maka muncullah persoalan tentang konsep baik buruk. Dari sinilah kemudian terjadi perbedaan konsep antara akhlak dengan etika.

Etika (ethica) juga berbicara tentang baik buruk, tetapi konsep baik buruk dalam ethika bersumber kepada kebudayaan, sementara konsep baik buruk dalam ilmu akhlak bertumpu kepada konsep wahyu, meskipun akal juga mempunyai kontribusi dalam menentukannya. Dari segi ini maka dalam ethica dikenal ada ethica Barat, ethika Timur dan sebagainya, sementara al akhlaq al karimah tidak mengenal konsep regional, meskipun perbedaan pendapat juga tak dapat dihindarkan. Etika juga sering diartikan sebagai norma-norma kepantasan (etiket), yakni apa yang dalam bahasa Arab disebut adab atau tatakrama.

Sedangkan kata moral meski sering digunakan juga untuk menyebut akhlak, atau etika tetapi tekanannya pada sikap seseorang terhadap nilai, sehingga moral sering dihubungkan dengan kesusilaan atau perilaku susila. Jika etika itu masih ada dalam tataran konsep maka moral sudah ada pada tataran terapan. Melihat akhlak, etika atau moral seseorang, harus dibedakan antara perbuatan yang bersifat temperamental dengan perbuatan yang bersumber dari karakter kepribadiannya. Temperamen merupakan corak reaksi seseorang terhadap berbagai rangsang yang berasal dari lingkungan dan dari dalam diri sendiri.

Temperamen berhubungan erat dengan kondisi biopsikologi seseorang, oleh karena itu sulit untuk berubah. Sedangkan karakter berkaitan erat dengan penilaian baik buruknya tingkah laku seseorang didasari oleh bermacam-macam tolok ukur yang dianut masyarakat. Karakter seseorang terbentuk melalui perjalanan  hidupnya, oleh karena itu ia bisa berubah. dan pengendalinya adalah ber AKHALQUL KARIMAH karena ALLAH.

Selasa, 28 Juni 2016

Agar diberi kelancaran rezeki


8 KIat Agar diberi kelancaran rezeki

Rezeki banyak melimpah tidak sama konsepnya dengan rezeki yang halal dan berkah. Bisa jadi seoserang mempunyai rezeki yang banyak tetapi tidak terdapat keberkahan di dalamnya. Makna kata berkah sendiri berartial-ziyadah yang artinya bertambah dan al-namaa’ yang artinya tumbuh berkembang.  Menurut Imam Al Baghawy, yang dimaksud dengan barakah adalah tetapnya kebaikan ilahiy dalam sesuatu.  Maka di dalam Islam rezeki yang diinginkan adalah rezeki yang bertambah dan mengandung kebaikan di dalamnya. Sehingga bisa kita katakan, kalau seseorang mempunyai rezeki yang berkah, maka rezekinya bertambah-tambah di dalamnya dengan terdapat pula banyak kebaikan yang tiada berkurang.

Adapun agar rezeki lancar , barokah dan halal sebagaimana tuntutan Rasulullah SAW Insya Allah sebagai berikut:
  1. Menjauhi pekerjaan yang haram dan syubhat. Dalam arti kata taat kepadanya dan tidak melakukan dosa. Karena dosa menutup pintu rezeki. Rasulullah bersabada: “… dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki kerana dosa yang dibuatnya.” (Riwayat at-Tirmizi). Dekatkan diri kepada Allah dengan ibadah ma’dah tambahan seperti sholat Dhuha dan Tahajud
  2. Bekerja sungguh-sungguh. Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya bersusah payah (kelelahan) dalam mencari rizki yang halal.” (HR. Adailami)
  3. Mengadukan masalah rezeki ini hanya kepada Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Barangsiapa tertimpa kemiskinan, kemudian ia mengadukannya kepada sesama manusia, maka tidak akan tertutup kemiskinannya itu. Namun, siapa saja yang mengadukannya kepada Allah, maka Allah akan memberinya rizki, baik segera ataupun lambat.”[HR. Abu Dawud dan Turmidziy, Abu 'Isa berkata hadits ini hasan shahih gharib]
  4. Banyak membaca istighfar Rasulullah saw bersabda,” Barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah swt akan menjadikan setiap kesulitan kelapangan, dan setiap kesempitan jalan keluar, dan Allah akan memberinya rejeki dari jalan yang tidak pernah disangka-sangkanya.“ [HR. Imam Ahmad dalam Musnad]
  5. Sabar dan banyak membaca la hawla wa la quwwata illa billah. Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah, bahwasanya anak laki-laki ‘Auf bin Malik al-Asyja’iy yang bernama Salim, telah ditawan oleh orang-orang musyrik. Kemudian, ia mendatangi Rasulullah saw dan mengadukan kesedihannya kepada Rasulullah, sambil berkata, “Sesungguhnya, musuh telah menawan anaknya, dan ibunya menjadi sangat sedih. Lantas, apa yang engkau perintahkan kepadaku? Rasulullah saw menjawab, ” Bertaqwalah kepada Allah, bersabarlah, dan aku anjurkan agar kamu dan isterimu memperbanyak bacaan “La Haulah wa Laa Quwwata Illa bi al-Allah”. Lalu, ia kembali ke rumahnya dan berkata kepada isterinya,”Rasulullah saw telah memerintahkan aku dan kamu untuk memperbanyak bacaan “La Haulah wa Laa Quwwata Illa bi al-Allah”. Isterinya menjawab, “Baiklah.” Keduanya segera melaksanakan apa yang diperintahkan Rasulullah saw. Akhirnya, anaknya berhasil meloloskan diri dari musuh, dan menggiring ternak-ternak mereka. Kemudian, ia membawa ternak-ternak itu di hadapan ayahnya. Jumlah ternak itu adalah 4000 ekor kambing, dan Rasulullah saw memberikan ternak itu kepadanya.[Imam Qurthubiy, Tafsir Qurthubiy, surat al-Thalaq:3]
  6. Tawwakal sepenuhnya kepada Allah SWT “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rejeki kepada kalian, sebagaimana Allah telah memberi rejeki kepada burung yang berangkat di pagi buta dengan perut kosong, dan kembali ke sarangnya dengan perut kenyang.”[HR. Bukhari]
  7. Bershadaqahlah dan Nafkahkanlah harta tersebut kepada yang berhak. Rasulullah bersabda ”Ada tiga hal yang aku bersumpah kepadanya dan aku akan menyampaikan suatu berita kepadamu, maka perhatikan benar-benar. Tiadalah akan berkurang harta seseorang karena shadaqah….dan tiadalah seseorang membuka pintu meminta-minta melainkan Allah akan membukakan kepadanya pintu kemiskinan.”[HR. Turmudziyy] “Janganlah kamu menutup-nutupi apa yang kamu miliki, niscaya Allah akan menutupi rizkimu.” Dalam riwayat lain dinyatakan, “Nafkahkanlah hartamu serta jangan kamu menghitung-hitungnya, maka Allah swt akan menghitung-hitungnya untukmu; dan janganlah kamu menakar-nakarnya, niscaya Allah Alah menakar-nakarnya untuk kamu.”[HR. Bukhari dan Muslim]
  8. Tolonglah Agama Allah dengan menegakkan Syariat Islam secara kaffah. Allah SWT berfirman dalam surat Muhammad ayat 7:” Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Kiat yang terakhir inilah yang harus diperhatikan dengan serius oleh umat Islam pada saat sekarang ini. Islam sebagai jalan kehidupan tidak tegak di masyarakat kita pada saat ini dengan tidak adanya Daulah Islam sebagai wadah tegaknya Syariat Islam. Sehingga membuat sistem perekonomian yang dimana umat mencari rezeki pada saat sekarang ini merupakan sistem perekonomian yang tidak mendukung mereka untuk mendapatkan rezeki yang banyak, lancar dan barokah. Lihatlah bagaimana susahnya sebagian orang hanya untuk mendapatkan sesuap nasi sehari, dan kemudian tidak lepasnya setiap usaha dari riba, sehingga untuk memastikan apakah harta yang kita cari pada saat sekarang ini berkah dan halal, sangatlah susah sekali.

Minggu, 26 Juni 2016

Puasa Ramadhan

Hal – Hal Yang Dimakruhkan Saat Puasa Ramadhan Dalam Syariat Islam

Menjalankan Puasa Ramadhan merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat muslim di dunia ini .Namun , dalam pelaksanaannya terkadang kita masih sering melakukan hal – hal yang sebenarnya hukumnya makruh . Lalu hal apa sajakah yang termasuk dalam hal – hal yang dimakruhkan saat puasa Ramadhan ? Kita pasti bertanya – tanya tentang hal ini , karena sesungguhnya masih banyak yang belum tahu mengenai hal apa saja yang menyebabkan makruhnya puasa seseorang . Dan kebanyakan dintara kita banyak melakukan puasa sekedar menahan lapar dan dahaga , tetapi puasa yang sesungguhnya bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi harus mampu menahan hana nafsu juga . Untuk lebih jelasnya , perhatikan penjelasan di bawah ini .

Sebelum mengetahui hal – hal apa saja yang dimakruhkan saat berpuasa ramadhan , maka kita harus memahami terlebih dahulu pengertian makruh itu sendiri . Pasti diantara kita masih banyak yang belum memahami tentang apa itu makruh .

Pengertian Hukum Makruh

Makruh , secara bahasa memiliki arti di benci . Dan makruh secara istilah memiliki arti hukum islam terhadap sesuatu yang apabila dikerjakan tidak memiliki konsekuensi tertentu atau tidak apa – apa dan apabila ditinggalkan mendapat pahala .

Dengan demikian dapat disipulkan bahwa makruh adalah suatu perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan .

Hal – hal yang Dimakruhkan saat puasa Ramadhan :

1. Berlebih – lebihan dalam berkumur dan beristinsyaq ketika berwudhu  .

Ketika mengerjakan ibadah puasa ramadhan , kita dimakruhkan untuk melakukan kumur – kumr yang berlebihan dan melakukan istinsyaq atau menghirup air sekali nafas ke dalam hidung sampai ujung .  Mengapa hal ini dimakruhkan ? karena hal ini di dasarkan pada sebuah hadist di bawah ini :

Rasulullah saw bersabda :
"Dan apabila ada air wudhu yang masuk ke dalam perut secara sengaja , maka hukum puasanya batal . Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut lebih baik tidak berlebih – lebihan dalam berkumur ketika berwudhu . Namun jika tidak sengaja masuk air wudhunya maka puasanya tidak batal" .

2. Ciuman atau bercumbu

Dimakruhkan untuk ciuman bagi orang yang sedang mengerjakan ibadah puasa , karena ciuman dapat menyebabkan nafsu syahwat dan keluarnya sperma . Dan hal ini dapat menyebabkan rusaknya bahkan dapat membatalkan puasa orang tersebut .

Walaupun ciuman tidak langsung menyebabkan keluarnya air mani , tetapi ciuman merupakan langkah awal menuju terjadinya terpancingnya nafsu syahwat , maka dari itu hal ini dimakruhkan bagi orang yang sedang berpuasa .

3. Memandang secara terus menerus kepada lawan jenis

Dimakruhkan bagi seseorang yang sedang menjalankan puasa memandang lawan jenis secara terus menerus dengan pandangan penuh syahwat , baik kepada istrinya sendiri ataupun lawan jenis yang tidak memiliki hubungan apa – apa. Karena memandang penuh syahwat dapat meancing nafsu syahwat yang menyebabkan kerusakan puasa yang sedang di lakukan .

4. Membayangkan hal – hal jorok ( yang berhubungan dengan hal jima’ )

Dimakruhkan bagi seseorang yang sedang berpuasa , memikirkan dan membayangkan masalah hubungan badan atau jima’ . Karena hal ini dapat memancing orang tersebut melakukan hal seperti yang di bayangkan . Dan bisa juga dengan membayangkan dapat memicu keluarnya air mani , dan hal ini sudah jelas membatalkan puasa .  Termasuk juga menonton blu film atau membaca majalah dewasa , hal ini juga di makruhkan bagi orang yang sedang berpuasa.

5. Mencicipi makanan

Mencicipi makanan ini biasanya dilakukan oleh para ibu rumag tangga yang sering melakuka aktifitas memasak untuk persiapan berbuka .Namun apakah hal ini diperbolehkan?

Sebagian ulama memiliki pendapat yang berbeda – beda . Ada yang memakruhkan dan ada juga yang membolehkan untuk mencicipi makanan . Menurut sebagian ulama , mencicipi makanan jika tidak tertelan maka ini boleh untuk di lakukan dan tidak merusak puasa yang sedang dikerjakan . Namun jika mencicipi masakan berkali – kali dan ada yang masuk kedalam perut  walaupun hanya sebagian kecil maka hal ini dapat membetalkan puasa orang tersebut . Atau dengan kata lain dapat kita simpulkan bahwa mencicipi makanan dapat menjadi makruh apabila di hawatirkan menyebabkan batalnya puasa yang sedang dikerjakan .

6. Mencium bebauan yang sangat menyengat

Mencium bebauan yang sangat menyengat , merupakan salah satu hal yang dimakruhkan juga ketika berpuasa . Mengapa karena dengan kita mencium bebauan yang sangat menyengat maka akan sampai ke dalam tenggorokan kita , hal inilah yang menyebabkan dimakruhkan mencium bebauan yang sangat menyengat . Contoh bebauan tersebut adalah kapur barus , kemenyan dan wewangian – wewangian yang baunya menyengat .

7. Mengumpulkan ludah dan menelannya

Kebiasaan seseorang untuk mengumpulkan ludah lalu di telan ternyata selain jorok , juga hal ini termasuk ke dalam salah satu hal yang di makruhkan bagi orang yang sedang berpuasa . Termasuk juga menelan dahak . Walaupun ludah dan dahak berasal dari dalam tubuh kita namun hal ini ternyata merupakan salah satu hal yang di makruhkan. Namun jika menelan ludah tidak terlalu sering dan tidak di kumpulkan terlebih dahulu , ini boleh di lakukan .

8. Mandi dengan menyelam

Mandi dengan menyelam juga merupakan salah satu hal yang di makruhkan . Mengapa demikian ? karena bukan tidak mungkin mandi dengan menyelam , ada air yang masuk walaupun sedikit ke dalam tubuh baik melalui mulut atau lubang – lubang tubuh yang lain . Dan untuk menghindari hal tersebut maka sebaiknya kita mandi jangan sambil menyelam . Dan masuknya sesuatu ke dalam tubuh lewat jalan manapun itu dapat membatalkan puasa . Sepanas – panasnya di waktu siang saat puasa , janganlah mandi atau menyelam . Itu semua untuk menjaga puasa yang kita kerjakan . Tidak mau kan ? hanya karena mandi , puasa yang dikerjakan batal ? jawaban ada dalam diri kita masing – masing .

9. Tidur secara berlebihan

Di dalam sebuah hadist di jelaskan bahwa tidurnya orang yang sedang berpuasa adalah ibadah . Namun sesungguhnya yang di maksud dari kandungan hadist tersebut adalah di waktu puasa daripada kita melakukan hal yang terlarang atau hal dapat membatalkan puasa maka sebaiknya tidur dan tidak melupakan untuk melakukan aktifitas yang biasa di lakukan setiap hari seperti bekerja , sekolah atau aktifitas lainnya .

Dan jangan mengartikan bahwa tidurnya orang puasa adalah ibadah maka kita saat puasa tidur terus dengan melupakan kewajiban yang lain . Karena sesungguhnya semua hal yang berlebihan itu di benci Allah swt begitupun tidur berlebihan saat puasa , itu merupakan salah satu hal yang dimakruhkan saat puasa .

Allah swt memerintahkan seorang muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan bukan untuk bermalas – malasan , tetapi untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan untuk menambah keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah kepada Allah swt . Jadi , mari mulai saat ini jangan jadikan puasa sebagai alasan bermalas – malasan . Walaupun tidur diperbolehkan bahkan termasuk ibadah bagi orang yang berpuasa , tetapi kita batasin dan kita kontrol jangan sampai seharian penuh aktifitas kita dihbiskan hanya dengan tidur .

10. Bersiwak setelah memasuki masuk Dzuhur

Bersiwak atau menggosok gigi adalah suatu aktifitas untuk membersihkan mulut kita dari sisa – sisa makanan . Walaupun hal ini diperbolehkan , namun bagi sebagian ulama menjelaskan bahwa bersiwak di waktu sehabis dzuhur hukumnya makruh . Mengapa demikian ? Karena bersiwak dapat menyegarkan mulut dan dikhawatirkan juga ada air yang tertelan , apalagi saat ini kita menggosok gigi dengan menggunakan pasta gigi maka dikhawatirkan ada pasta gigi yang tertelan atau rasa pasta gigi yang dapat kita rasakan sampai tenggorokan . Sedangkan masuknay sesuatu ke dalam tubuh dapat menyebabkan puasa batal . Untuk menghindari itu semua maka kita hendaknya tidak bersiwak atau menggosok gigi saat memasuki waktu dzuhur atau saat siang hari .

11. Ghibah

Ghibah atau menggunjing atau bahasa kerennya menggosip merupakan perbuatan yang sangat sering dilakukan oleh semua kalangan tidak orang kaya , miskin , pria wanita , anak muda ataupun orang tua . Dan bahkan sering kali diantara kita walaupun sedang berpuasa , masih tetap melakukanya . Na’udzubilah . . . .semoga kita bukan termasuk golongan tersebut .

Sesungguhnya , ghibah merupakan perbuatan yang sangat dilarang bahkan di gambarkan atau diibaratkan orang yang menggunjing bagai orang yang memakan bangkai sodaranya sendiri . ihhhh menegrikan bukan ?

Dan hal ini juga merupakan hal yang makruh dilakukan ketika berpuasa . Karena selain merugikan orang lain , ha itu juga dapat merugikan kita sendiri daripada waktu luang untuk menggunjing lebih baik kita membaca al-qur’an atau berdzikir atau dengan membaca shalawat nabi . Dan menggunjing juga dapat mengotori hati dan fikiran kita .Jadi hindri menggunjing apabila tidak mau puasa kita rusak .

12. Marah

Walaupun ketika puasa , terkadang ada saja hal yang dapat memancing emosi kita . Namun sesungguhnya salah satu tujuan berpuasa yaitu bukan hanya menahan hawa nafsu lapar dan dahaga ,tetapi kita juga harus mampu menahan hawa nafsu amarah . Jadi , marah merupakan hal yang makruh dilakukan ketika berpuasa . Mengapa ?  karena dengan marah dapat menimbulkan masalah – masalah lain , seperti menimbulkan rasa benci . Selain itu juga marah dapat menyebabkan kehabisan tenaga . Jadi , ketika berpuasa maka kita hindari yang namanya amarah baik itu hal sepele ataupun hal yang serius . Sesungguhnya amarah tidak menyelesaikan permasalahan .

Walaupun saat kita puasa bau mulut kita sangat menyengat , tetapi sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari harumnya minyak misk . Yang menurut riwayat bahwa harunya minyak misk sangat harum dan lebih harum dari wewangian apapun yang ada di dunia ini . Subhanallah . . .

Dari penjelasan diatas , rata – rata  kita sering melakukannya tanpa sadar dan tidak tahu bahwa itu merupakan hal yang makruh dilakukan saat puasa . Walaupun makruh bukan berarti merusak puasa atau membatalkan puasa , namun melakukan hal yang makruh dapat memancing atau dapat menyebabkan perbuatan itu menjurus ke hal yang membatalkan puasa . Jadi , walaupun hal yang hukumnya makruh tidak menyebabkan mendapat dosa atau konsekuensi tertentu namun jika tidak di kerjakan itu lebih baik atau bahkan mendapat pahala .

Jadi , mulai sekarang mari kita melatih diri kita untuk menjalankan puasa dengan lebih serius atau bersugguh- sungguh . Jangan hanya melakukan puasa hanya sebatas menhan lapar dan dahaga , tetapi harus mampu menahan diri dari hal yang dapat membatalkan puasa dan hal – hal yang dimakruhan saat puasa ramadhan .

Semoga dengan penjelasan di atas mengenai hal – hal yang dimakruhkan saat puasa ramadhan dalam syariat islam, kita menjalankan puasa tahun ini lebih baik dari tahun sebelumya . Dan semoga kita juga tidak menjadi orang yang rugi . Dan semoga kita tetap menjadi orang yang tetap dalam limpahan rahmat dan keberkahan Allah swt .

Persyaratan Umroh

 Persyaratan Umroh

A. Untuk Suami Istri :
  • Mengisi formulir pendaftaran.
  • Pasport Asli (masa berlaku minimal 8 bulan sebelum keberangkatan)
  • Nama dalam passport minimal 3 suku kata (contoh = Muhammad Rizki Asandy)
  • Surat Nikah Asli bagi yang telah menikah
  • Kartu Keluarga Asli
  • KTP Asli
  • Pas photo ukuran 3 x 4 : 4 lembar berwarna, 4 x 6 : 6 lembar berwarna (Dengan background warna putih, 80% ukuran diperbesar)
  • Kartu Kuning Suntik Vaksin Meningitis
B. Untuk Suami Istri + Anak:
  • Syarat di atas ditambah Akte kelahiran asli anak.
  • Ijasah asli anak (SD/SMP/SMA)
C. Untuk Laki-Laki Single:
  • KTP Asli
  • Kartu Keluarga Asli
  • Passport Asli (masa berlaku minimal 8 bulan sebelum keberangkatan)
  • Akte Kelahiran Asli
  • Pas Foto ukuran 3 x 4 = 4 lembar berwarna, 4 x 6 = 6 lembar berwarna (Dengan background warna putih, ukuran diperbesar 80%)
  • Kartu Kuning Suntik Vaksin Meningitis

KETENTUAN HARGA

PAKET TERMASUK

  • Tiket PP
  • Visa Umroh
  • Hotel
  • Makan prasmanan 3X Sehari
  • Snack & Aqua saat tour
  • Perlengkapan
  • Handling
  • Airport tax
  • Bagasi 20 kg
  • Manasik Umroh
  • Air zamzam 5 liter
  • Tour Leader
  • Muthowif
  • City Tour Mekkah, Medinah, Jeddah
  • Souvenir

PAKET TIDAK TERMASUK

  • Paspor
  • Progresif Visa
  • Suntik Meningitis
  • Surat Mahrom
  • Surat Keterangan sehat (bagi yg memerlukan) 
  • Tour di luar program
  • Pengeluaran pribadi (laundry, pulsa) 
  • Kelebihan Bagasi
Pembayaran Biaya Umroh
  • DP Minimal Rp. 5.000.000,-  pada saat pendaftaran
  • Cara Pembayaran KLIK DISINI
  • Sisanya dibayarkan paling lambat 1,5 bulan sebelum keberangkatan
Pembatalan/ Pengunduran Diri Umroh
Bila Jamaah melakukan pembatalan dan pengunduran diri dengan alasan apapun, akan dikenakan biaya sebagai berikut :
  • 25%      :  Pembatalan setelah proses administrasi
  • 50%      :  30 hari menjelang tanggal berangkat
  • 100%    :  15 hari menjelang tanggal berangkat
"HARGA DAPAT BERUBAH SEWAKTU-WAKTU (Tergantung Kurs Dollar serta Peraturan Pemerintah Indonesia & Arab Saudi)"

Segera Hubungi:
--------------------------------------------
H. ANDY SUBANDONO
HP. 0856 0725 1341

Umroh SURABAYA LANGSUNG MADINAH

Umroh Promo Desember 2016
Program Promo 13 hari by SAUDI AIRLINES
SURABAYA LANGSUNG MADINAH

=============================
Hotel di Madinah 5 hari "Fairuz Satta"
Hotel Bintang 5 di Makkah 6 hari "Villa Hilton"

Free City Tour:
  • Jabal Magnet
  • Percetakan Al-Qur'an
  • Museum Asmaul Husnah
  • Umroh 3 X Miqot: Bir Ali, Masjid Ji'ronah, Qudaibiyah
  • Museum Ka'bah

Jadwal Perjalanan Paket Umroh 13 Hari dengan Saudi Arabian Airlines

Hari 1 :  Surabaya – Madinah
  • Berkumpul di Bandara Juanda Terminal I khusus Keberangkatan Umroh jam 12.30 untuk proses handling bagasi dan imigrasi
  • Keberangkatan jam 16.55 dari Surabaya
  • Tiba di Madinah jam 23.30, check in hotel dan istirahat.
Hari 2 :  Madinah
  • Sholat Shubuh di Masjid Nabawi dan makan pagi di hotel kemudian ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW, Sahabat, Raudhah dan Makam Baqi’.
  • Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.
Hari 3 :  Madinah
  • Sholat Shubuh di Masjid Nabawi dan makan pagi di hotel kemudian city tour ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Masjid Saba’ (Khandaq), Jabbal Uhud dan Pasar Kurma / Percetakan Al-Qur’an.
  • Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.
Hari 4 :  Madinah
  • Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi
Hari 5 :  Madinah
  • Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi
Hari 6 :  Madinah – Makkah
  • Sholat Shubuh di Masjid Nabawi dan makan pagi di hotel kemudian berangkat ke Makkah, singgah di Bir Ali untuk ambil Miqot Umroh yang pertama.
  • Check in hotel di Makkah, istirahat sejenak.
  • Mengerjakan Umroh yang pertama.
Hari 7 :  Makkah
  • Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Hari 8 :  Makkah
  • Sholat Shubuh di Masjidil Haram dan makan pagi di hotel kemudian Jamaah berziarah mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Makkah antara lain : mengunjungi Jabal Tsur, Padang Arofah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur, dan berakhir di Masjid Ji`ronah untuk mengambil Miqot Umroh kedua.
  • Mengerjakan Umroh yang kedua.
Hari 9 :  Makkah
  • Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Hari 10 :  Makkah
  • Sholat Shubuh di Masjidil Haram dan makan pagi di hotel kemudian mengunjungi Museum Ka’bah dan peternakan Unta, selanjutnya ke Masjid Hudaibiyah untuk mengambil Miqot Umroh ketiga.
  • Mengerjakan Umroh yang ketiga.
Hari 11 :  Makkah
  • Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Hari 12  :  Makkah – Jeddah
  • Setelah Thawaf Wada’, makan malam dan Check Out,  Jam 19.00 Jamaah berangkat menuju King Abdul Aziz Airport, Jeddah untuk melanjutkan perjalanan ke tanah air.
  • Keberangakatan pesawat jam 00.25
Hari 13  :  Jeddah – Surabaya
  • Jam 15.05 Insya Allah tiba di Bandara Juanda Surabaya dengan selamat.
Note :
Waktu sesuai Lokal Time (WIB atau WSA)
Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti jadwal maskapai Saudi Arabian Airlines dan menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada.
Buruan... tempat terbatas..!

Hanya DP Rp. 5 juta

Batas limit DP sampai Tanggal 20 Juni 2016, di atas tanggal tersebut harga akan berubah..!

Sabtu, 09 April 2016

MENGEJAR KEBAHAGIAAN


10 KESALAHAN UTAMA YANG DILAKUKAN ORANG SAAT MENGEJAR KEBAHAGIAAN

Kesalahan utama saat mengejar bahagia

(1) Mengejarnya..
Bahagia itu tak perlu dikejar, karena bahagia itu tak jauh ada di dalam diri. Bayangkan jika bahagia itu berada di suatu pulau betapa orang akan berbondong-bondong menuju ke sana. Jika bahagia itu berupa barang, maka orang akan berlomba-lomba membelinya. Syukurlah karena bahagia itu ada di hati masing-masing orang. Jadi kesalahan utama yang dilakukan oleh mereka yang mencari bahagia adalah mengejarnya.
Berhentilah sejenak memikirkan kebahagiaan versi anda. Kebahagiaan itu adalah sebuah aktivitas, sebuah tempat atau kondisis pikiran yang damai yang dirasakan saat itu juga. Bagi mereka penggemar pie apel, makan hidangan favoritnya ini akan membuatnya bahagia. Bagi mereka yang mencintai keluarganya, maka isterinya, anak-anaknya, ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya akan membuatnya bahagia. Bagi mereka maniak basket maka bermain basket dengan teman-teman akan membuatnya bahagia.
Seberapa susah hal itu? Jika ingin bahagia lakukan hal-hal yang membuat anda bahagia. Buat kondisi itu selalu tersedia dalam hidup anda. Tak perlu mengejarnya!

(2) Menganggap bahagia itu bisa kadaluarsa
Orang menganggap jika tak menikah di usia 20-an itu tidak membahagiakan. Orang pikir jika tak memiliki karier yang bagus di usia tertentu maka seseorang tak bahagia. Banyak yang menyangka jika tak segera melanjutkan sekolah atau belajar alat musik di usia tertentu maka mereka tak akan mengecap kebahagiaan.
Tak ada kata kadaluarsa untuk bahagia. Anda bisa bahagia di usia muda, usia dewasa maupun usia tua. Banyak cerita yang menunjukkan orang yang menikahi kekasih hatinya setelah terpisah selama 50 tahun dan menikmati pernikahan yang bahagia meski umur mereka telah sepuh.
Kesalahan utama yang dilakukan oleh orang banyak adalah mengira bahagia itu bisa kadaluarsa.

(3) Jangan buat rencana, buatlah pilihan
Menyusun rencana itu bagus apalagi rencana untuk membahagiakan diri. Tapi jika segala sesuatu berjalan tidak sesuai rencana, apakah tidak jadi bahagia?
Tentu saja tidak. Jika sesuatu terjadi tidak sesuai rencana maka harus ada pilihan. Bagaimana agar kebahagiaan tetap terwujud? Karena itu kesalahan kebanyakan orang saat mengejar bahagia adalah dengan terlalu banyak membuat rencana. Padahal yang seharusnya banyak-banyaklah membuat pilihan. Sehingga jika rencana tak berhasil selalu saja ada pilihan penggantinya.

(4) Mengejar sumber kebahagiaan dibanding bahagianya sendiri.
Kesalahan ke 4 yang dilakukan oleh banyak orang adalah mengejar sumber bahagia itu, yaitu uang. Betul, uang bisa membeli kebahagiaan. Tapi jika jadinya hidup dihabiskan untuk mengejar uang tapi mengabaikan keluarga dan orang tercinta maka itu membuat bahagia semakin jauh.
Sama halnya dengan anda yang begitu terobsesi dengan sosial media. Tiap hari update status melalui smartphone nada. Itu semua hanya sarana untuk mencapai bahagia dan bukan bahagianya sendiri. Karena bahagia itu ada dalam hati.

(5) Masih hidup di masa lalu dan cemas pada masa depan.
Pikirannya masih terus berkutat di masa lalu dan mulai menyesali hal-hal yang tak dilakukannya dan hal-hal bodoh yang membuat hidupnya menderita. Juga cemas pada kondisi masa depannya nantinya. Apakah bagus atau malah berantakan?
Masa lalu itu telah berlalu, tak mungkin dikembalikan lagi. Dan masa depan itu masih berupa misteri, mencemaskannya takkan merubah apa-apa, malah membuat bahagia semakin jauh. Ambillah pelajaran akan masa lalu itu dan cobalah lepaskan. Berhentilah memikirkan masa depan karena kalau terlalu banyak rencana dan prasangka pada sesuatu yang belum terjadi membuat anda tidak bisa menikmati masa sekarang ini.

(6) Membandingkan kebahagiaannya dengan orang lain
Anda menjadi sedih bila melihat orang lain memakai mobil yang lebih bagus, liburan di tempat yang lebih bergengsi dan punya gaji yang jauh lebih banyak. Anda senang belajar gitar dan kembali sedih saat melihat teman anda berada di panggung menampilkan kemahiran bermain gitar di depan banyak orang. Anda membandingkan kebahagiaan dengan orang lain. Anda merasa orang lian jauh lebih berbahagia dibanding anda dan itu membuat anda sedih.
Jangan membandingkan kebahagiaan anda dengan orang lain. Jangan juga berharap bahwa orang lain harus membahagiakan anda. Andalah yang bertanggung jawab pada kebahagiaan anda sendiri.
Terimalah diri apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kebahagiaan dicapai dengan penerimaan pada setiap kondisi yang ada.

(7) Mengabaikan apa yang bisa anda kontrol
Bukan apa yang terjadi pada kita yang membuat bahagia tapi bagaimana sikap dan reaksi kita terhadap hal itu. Saat sesuatu berjalan tidak seperti impian daripada mencari kambing hitam dan menyalahkan keadaan lebih baik tanyakan pada diri pelajaran apa yang bisa dipetik dari hal ini dan apa langkah selanjutnya yang harus diambil untuk menyelesaikannya.

(8) Percaya definisi sukses dan bahagia yang dibuat oleh orang lain
Definisi sukses dan bahagia tidak sama bagi setiap orang. Jadi jangan menggantungkan diri sepenuhnya pada apa yang orang lain ingin lakukan untuk mencapai sukses dan bahagia. Percayalah pada kemampuan diri sendiri. Yakini apa yang membuat anda sendiri bahagia. Kita tak perlu mengukur kebahagiaan yang dicapai orang lain untuk kita. Karena belum tentu sama.

(9) Menganggap bahwa kita harus menerima kondisi apa adanya.
Hidup itu pilihan. Jika kondisi udara yang kita tinggali tidak sehat kita tak boleh menerimanya begitu saja, kita bisa memilih untuk pindah dan bermukim di tempat lainyang udaranya lebih baik. Jika di sekitar kita hanya ada anak yang nakal / bengal, kita tak boleh menerima dan bergaul begitu saja dengan mereka karena itulah yang tersedia di lingkungan kita. Kita bisa memilih teman-teman yang baik yang berada cukup jauh dari lingkungan kita tapi memberi pengaruh yang lebih baik.
Bahagia itu pilihan. Kita tidak bisa menerima kondisi yang tak membahagiakan begitu saja. Tapi pilihlah untuk mengakses hal-hal yang meningkatkan rasa bahagia. Meskipun itu harus melalui kerja keras.

(10) Suka berandai-andai
Jika saja saya lebih cantik tentu lebih mudah dapat jodoh sehingga saya lebih bahagia. Jika saja saya lebih tinggi lebih mudah terpilih masuk dalam tim basket impian yang membahagiakan saya. Jika saja gaji saya lebih tinggi pasti saya bisa membeli semua hal-hal yang membahagiakan hati saya.
Terimalah kenyataan, maka anda akan bahagia. Jangan pernah berandai-andai sesuatu yang anda tak punyai, karena itu akan membuat frustasi. Terimalah diri, bekerja dan berkarya dengan baik, hiasi hidup dengan kebajikan, maka kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.

Jumat, 08 April 2016

KEBIJAKSANAAN HIDUP


A - Z TENTANG KEBIJAKSANAAN HIDUP

(A). Accept differences (terimalah perbedaan)
Tuhan sengaja menciptakan kita berbeda supaya kita bisa belajar bertoleransi, menghargai orang lain hidup rukun dalam keunikan masing-masing.
kebijaksanaan hidup

(B) Be Kind (berbaik hatilah)
Milikilah kebaikan hati, karena hanya hati yang baik yang bisa menyinari kehidupan sesuram apapun, hanya hati yang baik yang bisa melihat sisi positif dari segala yang negatif, dan hanya hati yang baik yang memiliki keteguhan untuk selalu bermanfaat bagi sesama.

(C) Count your blessing (Hitunglah nikmatmu)
Tuhan telah memberi kita nikmat yang banyak, tapi kadang kita terlalu fokus pada apa yang tak kita miliki dibanding apa yang kita punya. Kita terlalu sibuk mengeluhkan yang sedikit daripada mensyukuri apa yang banyak di tangan kita. Cobalah hitung berkat / nikmat yang kita terima, maka kita akan merasa menjadi manusia yang paling kaya.

(D) Dream (bermimpilah)
Jangan pernah takut untuk bermimpi, karena lewat mimpi-mimpi itulah seseorang menemukan kegairahan hidup. Mimpi adalah perwujudan keinginan kita atas sesuatu dalam hidup ini. Mimpilah yang membuat kita bersemangat menjalani hidup.

(E) Express thanks (berterima kasihlah)
Jangan lupa selalu berterima kasih bukan hanya pada mereka yang berbuat baik pada anda, tapi juga yang menjahati anda. Lewat mereka ini anda belajar sabar, tetap tegar dan tahu kepribadian apa yang harus anda miliki agar tak seperti mereka.

(F) Forgive (Maafkan)
Maafkan mereka yang menyakiti anda, pahami bahwa mungkin harinya sedang buruk dan anda sedang sial saja karena harus berjumpa dengannya. Sudah itu lupakan. Inti sari kebahagiaan bukan pada dendam membara tapi pada hati yang selalu memaafkan dan siap melupakan kealahan orang lain. Karena menyadari manusia itu tak sempurna.

(G) Give freely ( memberi dengan ikhlas)
Hidup yang bahagia adalah hidup yang didominasi dengan hati yang ikhlas untuk berbagi pada sesama. Bukan hanya pada saat hidup berlebih tapi juga pada saat kekurangan. Harta itu nanti memiliki berkah jika bermanfaat pada diri dan orang lain.

(H) Harm no one (Jangan sakiti orang)
Jika dicubit itu sakit, jangan mencubit orang lain. Jika tak ingin disakiti, jangan sakiti orang lain. Tidak ada gunanya menebar kebencian dengan menyakiti hati orang lain. Hati yang sakit sangat susah untuk menyembuhkannya.

(I) Imagine more (bayangkanlah)
Bayangkanlah yang indah-indah dan menyenangkan dalam hidup. Lewat bayangan keindahan itu kita merasa syukur dan terberkahi. Halau jauh-jauh bayangan negatif yang membuat hati jadi galau tak menentu.

(J) Jettison anger (halau kemarahan)
Jangan suka marah nanti cepat tua, itu kata nenek-nenek kita. Kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah apapun. Jika ada masalah dan orang lain membuat kita tak nyaman, bicarakan baik-baik, selesaikan masalahnya dengan kepala dingin. Kita toh bukan binatang yang harus saling bertarung untuk membuktikan diri siapa yang paling jago.

(K) Keep confidences (tetap percaya diri)
Percaya diri beda dengan sombong. Percaya diri adalah merasa mampu untuk melakukan sesuatu lebih baik dan dibuktikan dengan tindakan, setelah itu tersenyum puas buka untuk membanggakan diri tapi untuk mengalahkan diri sendiri, mengalahkan semua tantangan, halangan dan masalah yang menghadang.

(L) Love truly (mencintai dengan tulus)
Cintailah orang lain apa adanya, tanpa syarat, sebagaimana kita pun ingin diterima apa adanya. Cinta yang tulus akan membawa bahagia. Tapi cinta yang dibangun di atas ponadasi kepura-puraan akan runtuh dan membawa sengsara.

(M) Master something (Kuasai sesuatu)
Entah itu ilmu, keterampilan, hobi yang membuatmu berbeda dengan orang lain. Kamu bisa bekerja di bidang yang kamu kuasai dengan baik, bisa berprestasi di hobi yang kamu kuasai dan bisa menyelesaikan banyak masalah dengan keterampilan yang kamu miliki.

(N) Nurture hope (kembangkan harapan)
Jangan gampang berputus asa jika apa yang kamu lakukan mengalami kegagalan. Selalu saja ada harapan untuk berhasil di lain waktu. Bukankah kegagalan adalah sukses yang tertunda?

(O) Open your mind (buka pikiran)
Jangan seperti katak dalam tempurung yang menyangka kubangan adalah lautan. Keluarlah menikmati dunia, banyak berjalan, banyak dilihat, banyak yang dipahami.  Bacalah banyak buku yang bermanfaat dan lihatlah dunia dari sudut pandang yang berbeda.

(P) Pack lightly (buat ringan semuanya)
Masalah yang berat di buat ringan saja. Hidup yang penuh problematikan dibuat ringan saja. Dengan cara memasrahkan semua pada yang Kuasa. Jika sudah cukup ikhtiar yang dilakukan, biarkan Tangan Tuhan yang membereskannya.

(Q) Quell rumors (hindari rumor)
Rumor atau gosip itu menyesatkan. Lagipula kegiatan ini tak memberi manfaat sama sekali, menurunkan produktivitas dan membuang waktu. Apa gunanya membicarakan kekurangan dan aib orang lain sementara kita sendiri banyak kekurangan dan masalah?

(R) Reciprocate (ingat balas budi)
Jika seseorang berbuat baik pada kita, lakukan kebaikan yang sama atau bahkan yang lebih baik. Jika seseorang berbuat salah jangan membalas, tetaplah berbuat baik padanya dna buat dia terkesan dengan kebesaran hati kita.

(S) Seek wisdom (carilah kebijaksanaan)
Kebijaksanaan hidup tidak bisa didapat begitu saja, tapi harus melalui pengalaman pahit manis kehidupan. Turun naik kehidupan lah yang membuat kita jadi lebih bijaksana menyikapinya.

(T) Touch hearts (sentuhlah hati)
Sentuh hati orang lain lewat kebaikan kita, senyum ikhlas, pemberian yang tulus, uluran tangan yang tak pandang bulu. Hati yang tersentuh oleh kebaikan hati lebih mudah untuk diterima doanya saat mereka mendoakan kita.

(U) Understand (mengertilah)
mengertilah jika orang lain memilih melakukan hal yang berbeda dengan kita. Pahami bahwa hidup ini adalah pilihan. Dan setiap orang bertanggung jawab pada hidupnya sendiri. Boleh memberi saran tapi keputusan tetap di tangan orang tersebut. Pahami bahwa kita bisa berbeda pendapat dengan orang lain.

(V) Value truth (hargai kebenaran)
Kejujuran adalah sikap mental yang paling mental yang harus dimiliki oleh seorang manusia. Katakan yang benar meski itu pahit, karena kebenaran akan selalu menemukan jalan yang benar.

(W) Win graciously (menang bermartabat)
Buat apa kemenangan yang diperoleh tapi menjegal lawan dengan cara-cara yang tidak sportif. Buat apa jadi juara jika harus mengorbankan harga diri dengan menyuap juri. Buat apa jumawa dengan gelar jika itu diperoleh secara ilegal? Menang bermartabat artinya menang dan jadi juara yang pantas lewat kerja keras dan semangat untuk mengalahkan diri sendiri.

(X) X factor (miliki x factor)
miliki faktor x yang membedakan kamu dengan orang lain. Semakin spesifik dan unik dirimu maka semakin menonjol dirimu dibanding orang lain. Jangan mau diseragamkan, jadilah unik dan memiliki faktor x.

(Y) Yearn for peace (cinta damai)
Tak ada yang suka dengan kekerasan. Milikilah sikap cinta damai dan memandang semua manusia itu sama dan berhak dihormati secara sama pula.

(Z) Zelously ( rajinlah)
Jika punya impian dan cita-cita, semua tak dapat dicapai jika hanya tinggal bermalas-malasan dan berharap semua akan berubah dalam semalam. Bahkan para miliuner dan bisnisman yang berhasil itu istirahatnya sangat sedikit.
Scroll To Top