Minggu, 13 Maret 2016

REZEKI ANAK

MENGAPA REZEKI ANAK TAK KUNJUNG DIBERI ?

Banyak pasangan yang telah menikah sekian tahun tapi Allah belum berkenan memberikan rezeki berupa keturunan. Segala macam upaya telah dicoba tetapi belum membuahkan hasil. Mulai dari upaya secara medis berupa pemeriksaan cermat pada kesuburan keduanya, suntik hormon sampai upaya melakukan pengobatan secara tradisional, herbal dan minum jamu-jamuan.

Tapi rezeki anak yang dinanti tak kunjung tiba, Ada apa gerangan? Mengapa tampaknya Sang Maha Pemberi seolah menutup tangannya yang pemurah kepada pasangan ini?

Berkacalah pada diri sendiri, introspeksi mungkinkah kita melakukan dosa ini ?

Syirik
Mungkin kita tidak langsung menyembah berhala seperti manusia zaman jahiliah dulu. Tapi kita masih mengharap yang lain selain dari Allah. Seakan tidak cukup Allah bagi kita. Kita shalat rutin minimal 5 x sehari semalam tapi di kantung kita ada jimat. Kita berdagang seperti halnya Rasulullah SAW tapi meminta penglaris dari dukun sesat. Mau naik pangkat / jabatan kita meminta advis dan bantuan paranormal atau kiai hitam, berpuasa dan rajin zakat tapi suka mengunjungi tempat-tempat keramat yang dianggap berkah. Allah mengampuni semua dosa kecuali syirik. Hal ini akan menjauhkan kita dari rezeki dan kemurahan Allah karena kita masih menggantungkan diri pada zat lain selain diriNya. Seolah-olah Allah berkata "Mintalah pada tuhan-tuhanmu itu anak yang engkau idamkan"

Zina 
Jika sebelum menikah pernah melakukan perzinahan baik dengan orang lain maupun pasangan yang akhirnya dinikahi. Apalagi kalau dari perzinahan itu mengakibatkan hamil dan digugurkan (aborsi) karena malu. Waspadalah, dua dosa sekaligus yang dilakukan, berzina dan membunuh. Rezeki hanya bisa diperoleh dengan jalan yang halal yaitu pernikahan. Apalagi pernah menyia-nyiakan kehidupan seorang anak yang belum sempat dilahirkan di dunia ini. Pada saat kita betul-betul menginginkannya pintu seolah tertutup.

Meninggalkan ibadah wajib dengan sengaja / lalai
Ibadah shalat adalah ibadah yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW. Shalat wajib dilakukan, minimal 5 x sehari semalam tapi kita acuhkan. Sengaja tidak puasa di bulan ramadhan tanpa alasan kita lakukan. Tidak mau membagi sebagian harta kita untuk zakat padahal kita dikaruniai rezeki harta yang berlimpah. Tidak merasa perlu haji atau umrah padahal kantung kita penuh dengan pundi-pundi uang. Jika dengan sengaja kita meninggalkannya ibadah wajib tanpa uzur (alasan yang jelas) sama saja dengan kita memandang enteng Allah. Jika melakukan itu wajar saja jika Allah memandang enteng kita. Tidak menganggap permintaan dan doa-doa kita.

Enggan bersedekah
Tahukah kalau sedekah itu penderas rezeki? Orang yang dengan sengaja menumpuk harta tanpa mau "memberi pinjaman yang baik" pada Allah, rezekinya jauh. Termasuk rezeki anak. Membahagiakan para anak yatim dengan berbagi sebagian rezeki kita akan menyenangkan mereka. Kesenangan di wajah anak yatim akan membawa berkah. Allah menyukai orang yang mencintai anak yatim. Membahagiakan anak orang lain insya Allah akan membuka pintu rahmat Allah untuk memberikan anak dari rahim kita sendiri.

Makan rezeki haram
Pernahkah kita menyadari harta yang kita cari? Sudahkah betul sumbernya? Rezeki yang haram akan mengalir dalam tubuh menjadi daging membentuk tubuh kita. Pantaskah kita meminta kepadaNya jika kita diliputi sesuatu yang haram?

Berdosa pada orang tua
Pandanglah diri sendiri, apa kita termasuk anak yang berdosa pada orang tua? Sebelum menikah kita banyak menyusahkan mereka, membuat mereka menangis dan bersedih dengan tingkah kita. Setelah menikah kita melupakan mereka, jarang menelpon apalagi menjenguk, padahal mereka cuma ingin tahu kabar kita. Setelah punya gaji sendiri tidak pernah memberi atau membelikan sesuatu yang menyenangkan orang tua dengan alasan kalau sudah punya tanggung jawab sendiri. Mungkinkan orang tua mengutuk kita???  Percayalah rezeki Allah tersendat pada orang-orang yang berdosa kepada kedua orang tuanya.

mengapa anak tak kunjung diberi?

Lalu APA yang harus kita lakukan?
Renungkanlah semua itu, lakukan muhasabah diri dan beristighfarlah, bertaubatlah dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Mohon ampun atas semua dosa dan kekhilafan. Untuk memperlihatkan kesungguhan lakukan lebih banyak ibadah, selain yang wajib lakukan juga yang sunat.
Allah berfirman " Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki "(Q.S. Asy - Syura : 49).

Di ayat lain secara spesifik disebutkan tentang istighfar "Maka aku (Nuh)  katakan kepada mereka mohon ampun (istigfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (Q.S. Nuh : 10 -12).

Jika berdosa kepada orangtua segeralah minta ampun dan maaf kepada mereka. Begitu besar pengorbanan mereka untuk kita. Rezeki Allah akan terikut dengan restu dan ampunan orang tua.

Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Semoga Allah berkenan membuka rahmatNya untuk kita.

0 komentar:

Posting Komentar

Scroll To Top