Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Maret 2016

ALBERT EINSTEIN


13 KIAT & RAHASIA SUKSES BERBISNIS DARI ALBERT EINSTEIN

Albert Einstein penemu teori relativitas dikenal sebaagi orang genius yang IQ nya tinggi. Ternyata Einstein tidak hanya tertarik pada fisika tapi juga punya kiat-kiat bagaimana berhasil dalam bisnis. Inilah 13 kiat sukses dari pakar Fisika ini :

# 1. Hindari kegilaan dengan mengulangi hal yang sia-sia.

Bagaimana Einstein mendefinisikan kegilaan? Katanya kegilaan itu kalau kita melakukan hal yang sama terus menerus tapi mengharapkan hasil yang berbeda. Dunia bisnis adalah dunia eksperimen yang keras, tapi jika yang anda usahakan tidak berhasil, atau anda tidak puas dengan hasilnya, anda tetus mengulangi metode yang sama tapi ingin hasilnya berbeda. Kalau hal ini yang anda lakukan seperti yang Einstein peringatkan anda bisa gila jadinya

# 2. Jadilah problem solver yang kreatif.

Kata Einstein kita tidak bisa memecahkan masalah dengan pikiran yang sama, yang menciptakan masalah itu. Jika masalah yang anda hadapi penyebabnya anda sendiri saatnya merubah cara berpikir. Kegagalan memodifikasi cara berpikir dan mencari pemecahan yang kreatif bukan saja masalahnya tidak selesai tapi bisa menimbulkan masalah baru.

# 3. Gunakan imajinasi

Einstein menggambarkan tanda nyata dari kecerdasan seseorang adalah bukan banyaknya pengetahuannya tapi kemampuannya menggunakan imajinasi. Untuk sukses di masa depan anda perlu melihat menggunakan imajinasi anda. Situasi anda sekarang bisa berubah jika anda mulai bergerak maju dan membayangkan sesuatu yang ingin anda lakukan sebelum anda benar-benar mengerjakannya.

# 4. Jadilah seorang realis.

Seseorang kata Einstein harus melihat sesuatu sebagaimana adanya dan bukannya seperti apa yang dipikirkannya. Apa yang terjadi itulah yang real, yang nyata dan harus di hadapi. Hadapi kenyataan dengan jantan dan jangan berusaha lari darinya dan sembunyi di alam mimpi.

# 5. Jadilah orang yang bernilai

Einstein sangat fokus dengan nilai-nilai yang harusnya dimiliki setiap orang. Katanya, tidak usah menjadi orang sukses tapi jadilah orang yang bernilai. Apakah seseorang itu bisa punya nilai seperti matematika ataupun fisika? Bukan apa yang anda lakukan atau bagaimana anda melakukannya yang penting tapi andalah sebagai orang yang melakukannya yang jauh lebih penting. Jika anda sukses secara finasial, gunakan kesuksesan itu untuk membantu orang lain. Gunakan waktu anda yang berharga untuk menebar kebaikan di jagad ini. Lihat banyak contoh di sekitar para filantropis yang kaya raya dan baik hati seperti Bill Gates, Oprah Winfrey dan sebagainya.

# 6. Belajarlah untuk menjelaskan bisnis anda secara singkat

Einstein bilang jika anda tidak bisa menjelaskan bisnis anda secara singkat artinya anda tidak memahaminya secara mendalam. Bagaimana mau sukses jika gambaran bisnis anda saja, anda tak paham? Jika anda tak mampu menggambarkan bisnis anda dengan 30 poin berarti anda tidak cukup memahaminya. Kalau anda saja tak paham bagaimana dengan orang lain yang akan jadi prospek, rekanan bahkan klien anda?

# 7. Jangan peduli dengan kesalahan, teruslah mencoba !

Einstein mengemukakan bahwa orang yang tak pernah melakukan kesalahan tak pernah mencoba sesuatu yang baru. Kesalahan jangan menyusahkan hati anda. Kalau anda tidak buat kesalahan artinya tidak terlalu keras bekerja. Kesalahan membuat anda belajar mana jalan yang benar dan membuat anda lebih berhati-hati lagi. 

# 8. Konsiten dan persisten.

Ini pengakuan Einstein, " sebenarnya saya tidak pintar-pintar amat, tapi saya terus menerus berusaha menyelesaikan masalah, berapa lamapun itu mengambil waktu." Eistein tetap pada masalah yang ingin dipecahkan lebih lama dari orang lain. Einstein menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menyelesaikan Teori Relativitas. Setelah selesai dia berpindah pada Teori Unversal atau Teori Segalanya (Universal theory or Theory of everything) yang menghabiskan waktunya setiap hari sampai ajal mengharuskannya berhenti. Dia adalah perlambang konsistensi dan persisten. Teguh, gigih dan tak pernah menyerah.

# 9. Pedulilah pada orang lain lebih banyak dari diri sendiri.

Einstein berucap bahwa sebaik-baik manusia hidup adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Kepedulian adalah salah satu kunci bisnis yang sukses. Anda harus selalu menempatkan keinginan dan kebutuhan konsumen anda di atas kepentingan pribadi. Semakin banyak anda bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan mereka, semakin maju bisnis anda.

# 10. Tahu aturan mainnya kemudian kerja keras

Kata Einstein, anda harus tahu aturan main sebuah permainan agar bisa memainkannya dengan cantik. mampu mengalahkan lawan dan mendapatkan skor tertinggi. Dalam dunia bisnis juga ada aturan main yang harus diikuti. Pelajari dan pahami aturan mainnya kemudian ikut bermainlah dengan baik. Bukan tidak mungkin anda mampu mengalahkan pesaing anda dengan satu gerakan.

# 11. Belajar apa saja yang bisa dipelajari

Einstein mengingatkan, "saat anda berhenti belajar, itulah saat anda mati." Kalau otak anda tidak digunakan untuk belajar dan mempelajari hal-hal baru maka lama kelamaan fungsinya akan menurun dan membuat anda pikun lebih cepat. Jangan pernah berhenti belajar. Selallu lebih banyak yang bisa anda pelajari untuk meningkatkan pemahaman tentang bisnis yang ada tekuni.

# 12. Komputer adalah teman baik anda

Kata Einstein, komputer itu cepat, akurat, dan bodoh (karena tidak bisa berfungsi tanpa manusia), sementara manusia itu lambat, tidak akurat tapi pintar. Jika keduanya dikombinasikan akan menjadikan kekuatan yang hebat. Jadikan komputer anda teman baik. Melalui komputer dapat memudahkan pekerjaan anda. Pelajari bagaimana menggunakan komputer, kuasai dengan baik sehingga anda dapat melakukan multitasking (beberapa pekerjaan sekaligus).

# 13. Bahagia itu saat tujuan anda tercapai.

Akhirnya Einstein berpesan, jika ingin hidup bahagia, ikatlah pada tujuan bukan pada orang atau barang. Orang yang terjun di dunia bisnis harus hidup untuk mencapai tujuannya. Tujuan yang ingin dicapainya dalam bisnis sebaiknya sejalan dengan tujuan hidupnya. Agar hidupnya bisa lebih lapang, jauh dari stres dan lebih menikmatinya.

Itulah kiat dan rahasia sukses Bapak Teori Relativitas, Albert Einstein buat anda yang terjun ke dunia bisnis. Semoga bermanfaat.

Jumat, 25 Maret 2016

MAU SUKSES..? BELAJARLAH..!

KALO KAMU MAU SUKSES BELAJARLAH UNTUK "MENCURI"!

Judulnya kedengaran sangat menyesatkan bukan? Kalau mau sukses harus belajar "mencuri". "Sukses itu gampang", seolah baru kemarin seorang mentor mengatakannnya. " Cari orang sukses dan lakukan seperti apa yang mereka lakukan," katanya. Inilah pengenalan pertama saya dengan dunia modeling. Modeling di sini bukan yang muncul di majalah-majala atau TV sebagai bintang iklan. Tapi modeling adalah sebuah proses mencari tahu dan mempelajari dengan seksama apa yang dilakukan oleh para ahli. Hasil akhirnya adalah sebuah gambaran yang lebih baik tentang apa yang para ahli lakukan ketimbang apa yang bisa disampsaikan oleh para ahli tersebut.

Kita manusia, belajar secara osmosis. Maksudnya semakin lama kamu berada di sekitar seseorang maka secara tidak sadar kamu mulai ikut terpengaruh dengan kebiasaannya. Dengan asumsi kamu berada di sekitar orang sukses, ikut mereka kemana aja maka kamu akan memetik beberapa hal yang membuat mereka sukses.

Mungkin kamu bilang, ah masa sih, aku kan bukan orang bego, aku punya gelar master dan aku orangnya cepat belajar, ngapain juga harus ikut-ikutan di bawah ketek orang? Begitu mungkin yang terbersit dalam pikiranmu. Jawaban saya terhadap kalimat di atas adalah "jika kamu tau bagaimana seseorang melakukan sesuatu dengan melihat secara langsung bagaimana mereka melakukannya, maka itu akan meningkatkan kemampuan berlatihmu.

Kebanyakan training yang dibuat akhir-akhir ini lebih menekankan pada konten atau materi pelatihan / training. Jangan salah, konten atau materi itu penting tapi hanya menjadi satu bagian penting untuk mencapai kesuksesan. Perlu membuat batasan yang jelas antara "APA" dan "BAGAIMANA". Tahu Apa yang dilakukan itu satu hal, dan tahu BAGAIMANA melakukannya itu hal yang lain lagi. Ada jutaan buku, blog, podcast, postingan facebook, kata-kata seseorang memberitahu orang lain dan informasi mengenai apa yang harus dilakukan untuk sukses. Tapi kenyataannya informasi ini tidak menghasilkan banyak orang sukses dan milyuner dadakan di dunia bukan? Jawabannya gampang, sekedar tahu apa yang harus dilakukan untuk sukses itu tidak cukup.  Kamu juga harus tahu bagaimana melakukannya. Inilah yang disebut modeling, mencontoh (mencuri) langkah-langkah apa yang dilakukan oleh orang lain untuk sukses dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kamu.

Setiap hari kita dihadapkan pada sesuatu dimana ada sesuatu yang ingin kita lakukan. Sesuatu yang mampu untuk kita lakukan tapi kita tidak melakukannya. Ini adalah kondisi yang berulang terus menerus dan terjadi pada kita setiap hari. Lalu kenapa kita tidak melakukannya. Salah satu alasan yang paling jelas adalah kita tidak tahu bagaimana melakukannya. Di sinilah peran modeling atau mencontoh atau mencuri cara orang lain melakukannya.

Perlu ditekankan kalo modeling itu bukan hanya penuh dengan teori tetapi berdasarkan pengalaman orang lain, sudah teruji dan terbukti pada orang lain. Kalau ingin turun berat badan cobalah berada di sekeliling orang yang punya gaya hidup sehat, maka lambat laun kita akan ketularan semangat dan kebiasaan mereka tanpa kita sadari. Sehingga tidak perlu membuang-buang uang untuk program diet atau membatasi makanan yang bikin kamu stress berkepanjangan. Memang butuh kerja keras. Tapi memangnya ada sukses yang didapatkan dalam semalam?

Jadi kalau kamu mau sukses cari orang yang sukses di sekitar kamu, tempelin dia, bantu-bantu apa yang bisa dibantu sambil belajar bagaimana dia membangun kerajaan kesuksesannya. Saya menutup tulisan ini dengan sebuah kutipan " Artis yang baik cuma bisa meniru orang lain, tapi artis yang hebat adalah yang bisa mencuri karakter /kemampuan orang lain dan memodifikasinya menjadi miliknya, sehingga orang mengenal kalau itu dia dan bukan orang lain." Salam Sukses!

Selasa, 12 Januari 2016

BILA HATI BERCAHAYA


BILA  HATI  BERCAHAYA

Adakah diantara kita yang merasa mencapai sukses hidup karena telah berhasil meraih segalanya : harta, gelar, pangkat, jabatan, dan kedudukan yang telah menggenggam seluruh isi dunia ini? Marilah kita kaji ulang, seberapa besar sebenarnya nilai dari apa-apa yang telah kita raih selama ini.

Di sebuah harian pernah diberitakan tentang penemuan baru berupa teropong yang diberi nama telescope Hubble. Dengan teropong ini berhasil ditemukan sebanyak lima milyar gugusan galaksi. Padahal yang telah kita ketahui selama ini adalah suatu gugusan bernama galaksi bimasakti, yang di dalamnya terdapat planet-planet yang membuat takjub siapa pun yang mencoba bersungguh-sungguh mempelajarinya. Matahari saja merupakan salah satu planet yang sangat kecil, yang berada dalam gugusan galaksi di dalam tata surya kita. Nah, apalagi planet bumi ini sendiri yang besarnya hanya satu noktah. Sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan lima milyar gugusan galaksi tersebut. Sungguh alangkah dahsyatnya.

Sayangnya, seringkali orang yang merasa telah berhasil meraih segala apapun yang dirindukannya di bumi ini - dan dengan demikian merasa telah sukses - suka tergelincir hanya mempergauli dunianya saja. Akibatnya, keberadaannya membuat ia bangga dan pongah, tetapi ketiadaannya serta merta membuat lahir batinnya sengsara dan tersiksa. Manakala berhasil mencapai apa yang diinginkannya, ia merasa semua itu hasil usaha dan kerja kerasnya semata, sedangkan ketika gagal mendapatkannya, ia pun serta merta merasa diri sial. Bahkan tidak jarang kesialannya itu ditimpakan atau dicarikan kambing hitamnya pada orang lain.

Orang semacam ini tentu telah lupa bahwa apapun yang diinginkannya dan diusahakan oleh manusia sangat tergantung pada izin Allah Azza wa Jalla. Mati-matian ia berjuang mengejar apa-apa yang dinginkannya, pasti tidak akan dapat dicapai tanpa izin-Nya. Laa haula walaa quwwata illaabillaah! Begitulah kalau orang hanya bergaul, dengan dunia yang ternyata tidak ada apa-apanya ini.

Padahal, seharusnya kita bergaul hanya dengan Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Menguasai jagat raya, sehingga hati kita tidak akan pernah galau oleh dunia yang kecil mungil ini. Laa khaufun alaihim walaa hum yahjanuun! Samasekali tidak ada kecemasan dalam menghadapi urusan apapun di dunia ini. Semua ini tidak lain karena hatinya selalu sibuk dengan Dia, Zat Pemilik Alam Semesta yang begitu hebat dan dahsyat.

Sikap inilah sesungguhnya yang harus senantiasa kita latih dalam mempergauli kehidupan di dunia ini. Tubuh lekat dengan dunia, tetapi jangan biarkan hati turut lekat dengannya. Ada dan tiadanya segala perkara dunia ini di sisi kita jangan sekali-kali membuat hati goyah karena toh sama pahalanya di sisi Allah. Sekali hati ini lekat dengan dunia, maka adanya akan membuat bangga, sedangkan tiadanya akan membuat kita terluka. Ini berarti kita akan sengsara karenanya, karena ada dan tiada itu akan terus menerus terjadi.

Betapa tidak! Tabiat dunia itu senantisa dipergilirkan. Datang, tertahan, diambil. Mudah, susah. Sehat, sakit. Dipuji, dicaci. Dihormati, direndahkan. Semuanya terjadi silih berganti. Nah, kalau hati kita hanya akrab dengan kejadian-kejadian seperti itu tanpa krab dengan Zat pemilik kejadiannya, maka letihlah hidup kita.

Lain halnya kalau hati kita selalu bersama Allah. Perubahan apa saja dalam episode kehidupan dunia tidak akan ada satu pun yang merugikan kita. Artinya, memang kita harus terus menerus meningkatkan mutu pengenalan kita kepada Allah Azza wa Jalla. Di antara yang penting yang kita perhatikan sekiranya ingin dicintai Allah adalah bahwa kita harus zuhud terhadap dunia ini. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, niscaya Allah mencintainya, dan barangsiapa yang zuhud terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia mencintainya."

Zuhud terhadap dunia bukan berarti tidak mempunyai hal-hal yang bersifat duniawi, melainkan kita lebih yakin dengan apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tangan kita. Bagi orang-orang yang zuhud terhadap dunia, sebanyak apapun yang dimiliki sama sekali tidak akan membuat hati merasa tentram karena ketentraman itu hanyalah apa-apa yang ada di sisi Allah.

Rasulullah SAW bersabda, "Melakukan zuhud dalam kehidupan di dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan bukan pula memboroskan kekayaan. Zuhud terhadap kehidupan dunia itu ialah tidak menganggap apa yang ada pada dirimu lebih pasti daripada apa yang ada pada Allah." (HR. Ahmad, Mauqufan)

Andaikata kita merasa lebih tentram dengan sejumlah tabungan di bank, maka berarti kita belum zuhud. Seberapa besar pun uang tabungan kita, seharusnya kita lebih merasa tentram dengan jaminan Allah. Ini dikarenakan apapun yang kita miliki belum tentu menjadi rizki kita kalau tidak ada izin Allah.

Sekiranya kita memiliki orang tua atau sahabat yang memiliki kedudukan tertentu, hendaknya kita tidak sampai merasa tentram dengan jaminan mereka atau siapa pun. Karena, semua itu tidak akan datang kepada kita, kecuali dengan izin Allah.

Orang yang zuhud terhadap dunia melihat apapun yang dimilikinya tidak menjadi jaminan. Ia lebih suka dengan jaminan Allah karena walaupun tidak tampak dan tidak tertulis, tetapi Dia Mahatahu akan segala kebutuhan kita.jangan ukur kemuliaan seseorang dengan adanya dunia di genggamannya. Sebaliknya jangan pula meremehkan seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita tidak menghormati seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita menghormati seseorang karena kedudukan dan kekayaannya, kalau meremehkan seseorang karena ia papa dan jelata, maka ini berarti kita sudah mulai cinta dunia. Akibatnya akan susah hati ini bercahaya disisi Allah.

Mengapa demikian? Karena, hati kita akan dihinggapi sifat sombong dan takabur dengan selalu mudah membeda-bedakan teman atau seseorang yang datang kepada kita. Padahal siapa tahu Allah mendatangkan seseorang yang sederhana itu sebagai isyarat bahwa Dia akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita.

Hendaknya dari sekarang mulai diubah sistem kalkulasi kita atas keuntungan-keuntungan. Ketika hendak membeli suatu barang dan kita tahu harga barang tersebut di supermarket lebih murah ketimbang membelinya pada seorang ibu tua yang berjualan dengan bakul sederhananya, sehingga kita mersa perlu untuk menawarnya dengan harga serendah mungkin, maka mulailah merasa beruntung jikalau kita menguntungkan ibu tua berimbang kita mendapatkan untung darinya. Artinya, pilihan membeli tentu akan lebih baik jatuh padanya dan dengan harga yang ditawarkannya daripada membelinya ke supermarket. Walhasil, keuntungan bagi kita justru ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.

Lain halnya dengan keuntungan diuniawi. Keuntungan semacam ini baru terasa ketika mendapatkan sesuatu dari orang lain. Sedangkan arti keuntungan bagi kita adalah ketika bisa memberi lebih daripada yang diberikan oleh orang lain. Jelas, akan sangat lain nilai kepuasan batinnya juga.

Bagi orang-orang yang cinta dunia, tampak sekali bahwa keuntungan bagi dirinya adalah ketika ia dihormati, disegani, dipuji, dan dimuliakan. Akan tetapi, bagi orang-orang yang sangat merindukan kedudukan di sisi Allah, justru kelezatan menikmati keuntungan itu ketika berhasil dengan ikhlas menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain. Cukup ini saja! Perkara berterima kasih atau tidak, itu samasekali bukan urusan kita. Dapatnya kita menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain pun sudah merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa.

Sungguh sangat lain bagi ahli dunia, yang segalanya serba kalkulasi, balas membalas, serta ada imbalan atau tidak ada imbalan. Karenanya, tidak usah heran kalau para ahli dunia itu akan banyak letih karena hari-harinya selalu penuh dengan tuntutan dan penghargaan, pujian, dan lain sebagainya, dari orang lain. Terkadang untuk mendapatkan semua itu ia merekayasa perkataan, penampilan, dan banyak hal demi untuk meraih penghargaan.

Bagi ahli zuhud tidaklah demikian. Yang penting kita buat tatanan kehidupan ini seproporsional mungkin, dengan menghargai, memuliakan, dan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Inilah keuntungan-keuntungan bagi ahli-ahli zuhud. Lebih merasa aman dan menyukai apa-apa yang terbaik di sisi Allah daripada apa yang didapatkan dari selain Dia.

Walhasil, siapapun yang merindukan hatinya bercahaya karena senantiasa dicahayai oleh nuur dari sisi Allah, hendaknya ia berjuang sekuat-kuatnya untuk mengubah diri, mengubah sikap hidup, menjadi orang yang tidak cinta dunia, sehingga jadilah ia ahli zuhud.

"Adakalanya nuur Illahi itu turun kepadamu", tulis Syaikh Ibnu Atho'illah dalam kitabnya, Al Hikam, "tetapi ternyata hatimu penuh dengan keduniaan, sehingga kembalilah nuur itu ke tempatnya semula. Oleh sebab itu, kosongkanlah hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Allah akan memenuhinya dengan ma'rifat dan rahasia-rahasia."

Subhanallaah, sungguh akan merasakan hakikat kelezatan hidup di dunia ini, yang sangat luar biasa, siapapun yang hatinya telah dipenuhi dengan cahaya dari sisi Allah Azza wa Jalla. "Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing (seorang hamba) kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki ..." (QS. An Nuur [24] : 35).

_________________________
oleh : K.H. Abdullah Gymnastiar 

Berita Terkenal

Scroll To Top