Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2016

Sholat

Sholat Dalam Perjalanan Saat Umroh

Yang tidak kalah  pentingnya untuk diketahui oleh jamaah umroh adalah cara melakukan sholat  dalam perjalanan. Jamaah umroh perlu mengetahui hal ini supaya umroh yang dilaksanakan bisa mendapat umroh yang mabrur yang salah satu indikasinya adalah tidak ketinggalan dalam hal yang wajib dan sunah walaupun dalam perjalanan. Perjalanan umroh menempuh waktu yang lumanyan panjang terutama bila tidak ikut pesawat yang langsung Jakarta-Jeddah sehingga harus transit  dulu di negara tetangga misalnya di Malaysia atau bangkok dulu . Disana kita harus menunggu penerbangan dan tinggal di bandara beberapa jam maka perkara sholat saat bepergian jauh ini harus kita perhatikan.

Sholat dalam Perjalanan

Pada dasarnya ada 2 cara melakukan sholat dalam perjalanan yaitu di qashar dan di jamak. Pengertian sholat qashar adalah sholat yang diringkas menjadi 2 rokaat.  Sholat yang boleh diqashar adalah sholat yang 4 rakaat yaitu dhuhur,asar, dan isya.  Sedangkan sholat jamak adalah menggabung 2 sholat dalam satu sholat. Bila di kerjakan di awal waktu misalnya sholat dhuhur dan asar dikerjakan saat sholat dhuhur disebut sholat jamak taqdim, Bila dikerjakan di akhir waktu misalnya sholat Dhuhur dan Asar dikerjakan saat sholat asar disebut jamak takhir. Pada dasarnya sholat qashar dan jamak adalah 2 hal yang berlainan tetapi sering keduanya dikerjakan bersamaan. Contohnya sholat dhuhur dijamak dengan asar kemudian diqashar dikerjakan 2 rakaat- 2 rakaat . Sholat seperti ini disebut sholat jamak qashar.

Apakah sholat ketika perjalanan jauh harus diqashar dan di jamak dan tidak boleh dikerjakan secara sempurna?

Dalam hal ini sebenarnya ada 3 pendapat yang membahas hal ini.
  1. Pendapat yang pertama  sholat dalam perjalanan harus diqashar
  2. Pendapat kedua melakukan sholat dengan cara qashar  dalam perjalanan hukumnya sunnah
  3. Pendapat ketiga mengatakan makruh hukumnya menyempurnakan sholat dan sangat disunahkan untuk melakukan qashar.

Intinya dari ketiga pendapat tersebut diatas  adalah lebih baik sholat dalam perjalanan umroh dilakukan secara qashar, walaupun tidak ada larangan dikerjakan secara sempurna misalnya ketika kita sholat di bandara bertepatan dengan sholat waktu sholat jamaah.

Menjaga sholat secara berjamaah juga hal yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu perlu juga dipilih orang yang dituakan dalam rombongan (dalam hal ini misalnya ukurannya sudah  pernah haji atau mempunyai pemahaman agama lebih dari yang lain) untuk memimpin sholat jamaah.  Segera melaksanakan sholat ketika waktu sudah tiba atau kesempatannya ada, baik itu dengan dijamak dan diqashar adalah pilihan terbaik sholat dalam perjalanan.

Selasa, 26 Januari 2016

Masjidil Haram


Sebagai pusat kota Makkah adalah Masjid Al-Haram, dimana didalamnya terdapat Ka'bah sebagai arah kiblat umat Islam pada waktu sholat. Masjid ini mula-mula dibangun secara permanen oleh Sayyidina Umar bin Al Khattab pada tahun 638 M.

Dari masa-ke masa Masjidil Haram selalu mengalami pembaharuan dan perluasan diprakarsai oleh raja-raja Islam yang memberi perhatian terhadap Masjidil Haram.Pembangunan besar-besaran dalam sejarah diprakarsai oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz yang bergelar :"Pelayan Dua Tanah Haram Makkah dan Madinah".

(Dikatakan Tanah Haram karena Tanah ini diharamkan bagi umat lain, selain umat Muslim).Saat ini luas Masjid Al Haram 328.000 meter persegi dan dapat menampung 730.000 jamaah dalam satu waktu sholat berjamaah.

Masjid ini melingkari Ka'bah, maka pintunya banyak. Ada 4 pintu utama dan 45 pintu biasa yang biasanya buka 24 jam sehari.

Keistimewaan Masjidil Haram banyak sekali, antara lain : Shalat di masjid ini lebih utama daripada shalat seratus ribu kali di masjid lain. Begitupun berdzikir, berdoa, bersedekah dan beramal baik lainnya.

Rabu, 13 Januari 2016

Mendekatkan Diri pada Allah


Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

1. Sholat wajib tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah
Dengan sholat, berdo'a dan dzikir kepada Allah, Inya Allah hati menjadi tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya

2. Sholat tahajud
Dengan sholat tahajud Insya Allah cenderung mendapatkan perasaan tenang. Hal ini dimungkinkan karena di tengah kesunyian malam didapatkan kondisi keheningan dan ketenangan suasana,yang tentu saja semua itu hanya dapat terjadi atas izin-Nya. Pada malam hari, diri ini tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun urusan-urusan duniawi lainnya sehingga dapat lebih khusyu saat menghadap kepada-Nya.

3. Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat
Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Dan dapat secepat kilat menjemput.

4. Membayangkan tidur di dalam kubur.
Membayangkan tidur dalam kuburan yang sempit , gelap dan sunyi saat kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat menemani kita di alam kubur nanti.

5. Membayangkan kedahsyatan siksa neraka.
Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan tidak mengikuti perintah-Nya. Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu.Ya Allah bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu dijalan-Mu.……

6. Membayangkan surga-Nya.
Kesenangan duniawi hanya bersifat sementara, sangat singkat dibanding dengan kenikmatan di akhirat yang tidak dibatasi waktu.Semoga kita dapat selalu mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan Insya Allah diizinkan untuk meraih Surga-Nya. Amin…..

7a. Mengikuti tausyiah atau mengikuti pengajian secara rutin seminggu satu kali (minimal), dua kali atau lebih.
Insya Allah... dengan mendengar tausyiah atau mengikuti pengajian, akan meningkatkan keimanan karena selalu diingatkan kembali utk selalu dekat kpd Allah SWT. Perlu dicatat, dikarenakan iman bisa turun atau naik, maka harus dijaga agar iman tetap stabil pada keadaan tinggi/ kuat dengan mengikuti tausyiah, pengajian dsb.

7b. Bergaul dengan orang-orang sholeh.
Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa tingkat keimanan kita bisa turun atau naik, untuk itu perlu dijaga agar tingkat keimanan kita tetap tinggi. Berada pada lingkungan kondusif dimana orang-orangnya dekat dengan Allah SWT, Insya Allah juga akan membawa kita untuk makin dekat kepada-Nya.

8. Membaca Al Qur'an dan maknanya (arti dari setiap ayat yang dibaca)
Insya Allah dengan membaca Al Qur'an dan maknanya, akan menjadikan kita makin dekat dengan-Nya.

9. Menambah pengetahuan keislaman dengan berbagai cara, antara lain dengan : membaca buku, membaca di internet (tentang pengetahuan Islam, artikel Islam, tausyiah dsb), melihat video Islami yang dapat meningkatkan keimanan kita.

10. Merasakan kebesaran Allah SWT, atas semua ciptaan-Nya seperti Alam Semesta (jagad raya yang tidak berbatas) beserta semua isinya.

11. Merenung atas semua kejadian alam yang terjadi di sekeliling kita (tsunami, gunung meletus, gempa dsb).
Dimana semua itu mungkin berupa ujian keimanan, peringatan, atau teguran bagi kita agar kita selalu ingat kepada-Nya/ mengikuti perintah-Nya. Bukan makin tersesat ke perbuatan maksiat atau perbuatan lain yang dilarang oleh-Nya. Ya Allah kami mohon bimbingan-Mu agar kami dapat selalu introspeksi atas semua kesalahan yang kami perbuat, meninggalkan larangan-Mu dan kembali ke jalan-Mu ya Allah.

12. Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT
Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya.Saat ini kita masih bisa bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai keluarga, masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini,masih mempunyai panca indera mata, hidung, telinga dan...masih bisa bernafas (masih diberi kesempatan hidup). Masih pantaskah kita tidak bersyukur dan tidak berterimakasih pada-Nya.

Berita Terkenal

Scroll To Top