Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juni 2016

Puasa Ramadhan

Hal – Hal Yang Dimakruhkan Saat Puasa Ramadhan Dalam Syariat Islam

Menjalankan Puasa Ramadhan merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat muslim di dunia ini .Namun , dalam pelaksanaannya terkadang kita masih sering melakukan hal – hal yang sebenarnya hukumnya makruh . Lalu hal apa sajakah yang termasuk dalam hal – hal yang dimakruhkan saat puasa Ramadhan ? Kita pasti bertanya – tanya tentang hal ini , karena sesungguhnya masih banyak yang belum tahu mengenai hal apa saja yang menyebabkan makruhnya puasa seseorang . Dan kebanyakan dintara kita banyak melakukan puasa sekedar menahan lapar dan dahaga , tetapi puasa yang sesungguhnya bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi harus mampu menahan hana nafsu juga . Untuk lebih jelasnya , perhatikan penjelasan di bawah ini .

Sebelum mengetahui hal – hal apa saja yang dimakruhkan saat berpuasa ramadhan , maka kita harus memahami terlebih dahulu pengertian makruh itu sendiri . Pasti diantara kita masih banyak yang belum memahami tentang apa itu makruh .

Pengertian Hukum Makruh

Makruh , secara bahasa memiliki arti di benci . Dan makruh secara istilah memiliki arti hukum islam terhadap sesuatu yang apabila dikerjakan tidak memiliki konsekuensi tertentu atau tidak apa – apa dan apabila ditinggalkan mendapat pahala .

Dengan demikian dapat disipulkan bahwa makruh adalah suatu perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan .

Hal – hal yang Dimakruhkan saat puasa Ramadhan :

1. Berlebih – lebihan dalam berkumur dan beristinsyaq ketika berwudhu  .

Ketika mengerjakan ibadah puasa ramadhan , kita dimakruhkan untuk melakukan kumur – kumr yang berlebihan dan melakukan istinsyaq atau menghirup air sekali nafas ke dalam hidung sampai ujung .  Mengapa hal ini dimakruhkan ? karena hal ini di dasarkan pada sebuah hadist di bawah ini :

Rasulullah saw bersabda :
"Dan apabila ada air wudhu yang masuk ke dalam perut secara sengaja , maka hukum puasanya batal . Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut lebih baik tidak berlebih – lebihan dalam berkumur ketika berwudhu . Namun jika tidak sengaja masuk air wudhunya maka puasanya tidak batal" .

2. Ciuman atau bercumbu

Dimakruhkan untuk ciuman bagi orang yang sedang mengerjakan ibadah puasa , karena ciuman dapat menyebabkan nafsu syahwat dan keluarnya sperma . Dan hal ini dapat menyebabkan rusaknya bahkan dapat membatalkan puasa orang tersebut .

Walaupun ciuman tidak langsung menyebabkan keluarnya air mani , tetapi ciuman merupakan langkah awal menuju terjadinya terpancingnya nafsu syahwat , maka dari itu hal ini dimakruhkan bagi orang yang sedang berpuasa .

3. Memandang secara terus menerus kepada lawan jenis

Dimakruhkan bagi seseorang yang sedang menjalankan puasa memandang lawan jenis secara terus menerus dengan pandangan penuh syahwat , baik kepada istrinya sendiri ataupun lawan jenis yang tidak memiliki hubungan apa – apa. Karena memandang penuh syahwat dapat meancing nafsu syahwat yang menyebabkan kerusakan puasa yang sedang di lakukan .

4. Membayangkan hal – hal jorok ( yang berhubungan dengan hal jima’ )

Dimakruhkan bagi seseorang yang sedang berpuasa , memikirkan dan membayangkan masalah hubungan badan atau jima’ . Karena hal ini dapat memancing orang tersebut melakukan hal seperti yang di bayangkan . Dan bisa juga dengan membayangkan dapat memicu keluarnya air mani , dan hal ini sudah jelas membatalkan puasa .  Termasuk juga menonton blu film atau membaca majalah dewasa , hal ini juga di makruhkan bagi orang yang sedang berpuasa.

5. Mencicipi makanan

Mencicipi makanan ini biasanya dilakukan oleh para ibu rumag tangga yang sering melakuka aktifitas memasak untuk persiapan berbuka .Namun apakah hal ini diperbolehkan?

Sebagian ulama memiliki pendapat yang berbeda – beda . Ada yang memakruhkan dan ada juga yang membolehkan untuk mencicipi makanan . Menurut sebagian ulama , mencicipi makanan jika tidak tertelan maka ini boleh untuk di lakukan dan tidak merusak puasa yang sedang dikerjakan . Namun jika mencicipi masakan berkali – kali dan ada yang masuk kedalam perut  walaupun hanya sebagian kecil maka hal ini dapat membetalkan puasa orang tersebut . Atau dengan kata lain dapat kita simpulkan bahwa mencicipi makanan dapat menjadi makruh apabila di hawatirkan menyebabkan batalnya puasa yang sedang dikerjakan .

6. Mencium bebauan yang sangat menyengat

Mencium bebauan yang sangat menyengat , merupakan salah satu hal yang dimakruhkan juga ketika berpuasa . Mengapa karena dengan kita mencium bebauan yang sangat menyengat maka akan sampai ke dalam tenggorokan kita , hal inilah yang menyebabkan dimakruhkan mencium bebauan yang sangat menyengat . Contoh bebauan tersebut adalah kapur barus , kemenyan dan wewangian – wewangian yang baunya menyengat .

7. Mengumpulkan ludah dan menelannya

Kebiasaan seseorang untuk mengumpulkan ludah lalu di telan ternyata selain jorok , juga hal ini termasuk ke dalam salah satu hal yang di makruhkan bagi orang yang sedang berpuasa . Termasuk juga menelan dahak . Walaupun ludah dan dahak berasal dari dalam tubuh kita namun hal ini ternyata merupakan salah satu hal yang di makruhkan. Namun jika menelan ludah tidak terlalu sering dan tidak di kumpulkan terlebih dahulu , ini boleh di lakukan .

8. Mandi dengan menyelam

Mandi dengan menyelam juga merupakan salah satu hal yang di makruhkan . Mengapa demikian ? karena bukan tidak mungkin mandi dengan menyelam , ada air yang masuk walaupun sedikit ke dalam tubuh baik melalui mulut atau lubang – lubang tubuh yang lain . Dan untuk menghindari hal tersebut maka sebaiknya kita mandi jangan sambil menyelam . Dan masuknya sesuatu ke dalam tubuh lewat jalan manapun itu dapat membatalkan puasa . Sepanas – panasnya di waktu siang saat puasa , janganlah mandi atau menyelam . Itu semua untuk menjaga puasa yang kita kerjakan . Tidak mau kan ? hanya karena mandi , puasa yang dikerjakan batal ? jawaban ada dalam diri kita masing – masing .

9. Tidur secara berlebihan

Di dalam sebuah hadist di jelaskan bahwa tidurnya orang yang sedang berpuasa adalah ibadah . Namun sesungguhnya yang di maksud dari kandungan hadist tersebut adalah di waktu puasa daripada kita melakukan hal yang terlarang atau hal dapat membatalkan puasa maka sebaiknya tidur dan tidak melupakan untuk melakukan aktifitas yang biasa di lakukan setiap hari seperti bekerja , sekolah atau aktifitas lainnya .

Dan jangan mengartikan bahwa tidurnya orang puasa adalah ibadah maka kita saat puasa tidur terus dengan melupakan kewajiban yang lain . Karena sesungguhnya semua hal yang berlebihan itu di benci Allah swt begitupun tidur berlebihan saat puasa , itu merupakan salah satu hal yang dimakruhkan saat puasa .

Allah swt memerintahkan seorang muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan bukan untuk bermalas – malasan , tetapi untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan untuk menambah keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah kepada Allah swt . Jadi , mari mulai saat ini jangan jadikan puasa sebagai alasan bermalas – malasan . Walaupun tidur diperbolehkan bahkan termasuk ibadah bagi orang yang berpuasa , tetapi kita batasin dan kita kontrol jangan sampai seharian penuh aktifitas kita dihbiskan hanya dengan tidur .

10. Bersiwak setelah memasuki masuk Dzuhur

Bersiwak atau menggosok gigi adalah suatu aktifitas untuk membersihkan mulut kita dari sisa – sisa makanan . Walaupun hal ini diperbolehkan , namun bagi sebagian ulama menjelaskan bahwa bersiwak di waktu sehabis dzuhur hukumnya makruh . Mengapa demikian ? Karena bersiwak dapat menyegarkan mulut dan dikhawatirkan juga ada air yang tertelan , apalagi saat ini kita menggosok gigi dengan menggunakan pasta gigi maka dikhawatirkan ada pasta gigi yang tertelan atau rasa pasta gigi yang dapat kita rasakan sampai tenggorokan . Sedangkan masuknay sesuatu ke dalam tubuh dapat menyebabkan puasa batal . Untuk menghindari itu semua maka kita hendaknya tidak bersiwak atau menggosok gigi saat memasuki waktu dzuhur atau saat siang hari .

11. Ghibah

Ghibah atau menggunjing atau bahasa kerennya menggosip merupakan perbuatan yang sangat sering dilakukan oleh semua kalangan tidak orang kaya , miskin , pria wanita , anak muda ataupun orang tua . Dan bahkan sering kali diantara kita walaupun sedang berpuasa , masih tetap melakukanya . Na’udzubilah . . . .semoga kita bukan termasuk golongan tersebut .

Sesungguhnya , ghibah merupakan perbuatan yang sangat dilarang bahkan di gambarkan atau diibaratkan orang yang menggunjing bagai orang yang memakan bangkai sodaranya sendiri . ihhhh menegrikan bukan ?

Dan hal ini juga merupakan hal yang makruh dilakukan ketika berpuasa . Karena selain merugikan orang lain , ha itu juga dapat merugikan kita sendiri daripada waktu luang untuk menggunjing lebih baik kita membaca al-qur’an atau berdzikir atau dengan membaca shalawat nabi . Dan menggunjing juga dapat mengotori hati dan fikiran kita .Jadi hindri menggunjing apabila tidak mau puasa kita rusak .

12. Marah

Walaupun ketika puasa , terkadang ada saja hal yang dapat memancing emosi kita . Namun sesungguhnya salah satu tujuan berpuasa yaitu bukan hanya menahan hawa nafsu lapar dan dahaga ,tetapi kita juga harus mampu menahan hawa nafsu amarah . Jadi , marah merupakan hal yang makruh dilakukan ketika berpuasa . Mengapa ?  karena dengan marah dapat menimbulkan masalah – masalah lain , seperti menimbulkan rasa benci . Selain itu juga marah dapat menyebabkan kehabisan tenaga . Jadi , ketika berpuasa maka kita hindari yang namanya amarah baik itu hal sepele ataupun hal yang serius . Sesungguhnya amarah tidak menyelesaikan permasalahan .

Walaupun saat kita puasa bau mulut kita sangat menyengat , tetapi sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari harumnya minyak misk . Yang menurut riwayat bahwa harunya minyak misk sangat harum dan lebih harum dari wewangian apapun yang ada di dunia ini . Subhanallah . . .

Dari penjelasan diatas , rata – rata  kita sering melakukannya tanpa sadar dan tidak tahu bahwa itu merupakan hal yang makruh dilakukan saat puasa . Walaupun makruh bukan berarti merusak puasa atau membatalkan puasa , namun melakukan hal yang makruh dapat memancing atau dapat menyebabkan perbuatan itu menjurus ke hal yang membatalkan puasa . Jadi , walaupun hal yang hukumnya makruh tidak menyebabkan mendapat dosa atau konsekuensi tertentu namun jika tidak di kerjakan itu lebih baik atau bahkan mendapat pahala .

Jadi , mulai sekarang mari kita melatih diri kita untuk menjalankan puasa dengan lebih serius atau bersugguh- sungguh . Jangan hanya melakukan puasa hanya sebatas menhan lapar dan dahaga , tetapi harus mampu menahan diri dari hal yang dapat membatalkan puasa dan hal – hal yang dimakruhan saat puasa ramadhan .

Semoga dengan penjelasan di atas mengenai hal – hal yang dimakruhkan saat puasa ramadhan dalam syariat islam, kita menjalankan puasa tahun ini lebih baik dari tahun sebelumya . Dan semoga kita juga tidak menjadi orang yang rugi . Dan semoga kita tetap menjadi orang yang tetap dalam limpahan rahmat dan keberkahan Allah swt .

Selasa, 02 Februari 2016

Nasehat Rasulullah SAW

Nasehat Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan

Selain memerintahkan shaum, dalam menyambut bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan ketika memasuki bulan Ramadhan.

Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat..... Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia, sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Sumber : Puasa bersama Rasulullah, Pengarang : Ibnu Muhammad (Pustaka Al-Bayan Mizan)

Berita Terkenal

Scroll To Top